Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Parpol Australia Incar Pemilih Luar Negeri

Selasa 03 Sep 2013 14:44 WIB

Red:

Pemilu di Australia

Pemilu di Australia

CANBERRA -- Partai-partai politik Australia memperluas kampanye mereka ke Asia dalam upaya meraih dukungan dari warga negara Australia yang tinggal di kawasan ini.

Lebih dari 72,000 orang memberikan suara di misi diplomatik Australia pada pemilu yang lalu.

Di tahun 2010, kira-kira 15,000 orang Australia memberikan suara di London, lebih dari 7,500 di Hong Kong dan 3,200 di Singapura.

Mark Chan dari Liberals Abroad mengatakan, Hong Kong adalah daerah penting yang menjadi target partainya. "Kami mungkin memperkirakan jumlah orang yang sama dengan 2010 yang akan memberikan suara baik secara pribadi di Konsulat Australia atau melalui pos," jelasnya.

Chan mengatakan, Liberals Abroad telah memasang iklan di publikasi Kamar Dagang Australia dan iklan di daerah-daerah dimana banyak orang asing berkumpul.

Dikatakannya, selain dua billboard yang mengiklankan Partai Buruh, ia tidak melihat kehadiran para relawan Partai Buruh.

 

Partai Buruh Australia (ALP) juga mencoba merayu pemilih Australia yang tinggal di Thailand dan Singapura.

Peter Fisher dari ALP Abroad mengatakan, ia akan membagikan informasi tentang bagaimana mencontreng kartu suara di Kedutaan Australia di Bangkok pada hari Sabtu.

[removed]// [removed] What is important to Hong Kong's expat Australians in Election 2013? Video: Isu penting bagi para ekspatriat Australia di Hong Kong. (Australia Network News)
 

Terdapat 102 misi diplomatik Australia di seluruh dunia yang memberikan layanan, tapi waktu pemungutan suara di luar negeri akan ditutup pada saat bersamaan dengan tutupnya TPS di Australia Barat yaitu pukul 18.00 Sabtu (7/9) sore.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA