Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Kirgistan Diserang Pes, Seorang Remaja Tewas

Selasa 27 Aug 2013 14:55 WIB

Rep: Mg15/ Red: A.Syalaby Ichsan

tikus

tikus

Foto: hileud

REPUBLIKA.CO.ID, Seorang anak laki-laki berusia 15 tahun meninggal di Kirgistan akibat penyakit Pes. Hal ini merupakan kasus pertama  di negara itu dalam 30 tahun terakhir, kata pejabat pemerintah. 

Seperti dilansir oleh BBCNews, anak laki-laki tersebut tampaknya telah digigit oleh kutu yang terinfeksi. Pihak yang berwenang telah berusaha untuk meredam kekhawatiran dan kepanikan akibat adanya kejadian ini. Diperkirakan 100 orang telah dikarantina.

Penyakit Pes merupakan penyakit yang mematikan pada abad pertengahan di Eropa. Penyakit ini dikenal sebagai 'Pembunuh Hitam'. Kala itu, penyakit menular ini telah menewaskan sekitar 25 juta orang.

Remaja laki-laki yang diketahui bernama Temir Issakunov ini berasal dari sebuah pegunungan di utara Kirgistan dekat dengan perbatasan Kazakhstan.

“Kami menduga bahwa pasien terinfeksi dengan wabah melalui gigitan kutu," ujar pejabat Kemeterian Kesehatan setempat, Tolo Isakov. 

Dia mengatakan beberapa tim telah dikirim ke daerah itu untuk menyingkirkan tikus yang menjadi rumah bagi kutu yang membawa bakteri mematikan tersebut.

Remaja laki-laki tersebut meninggal pada minggu lalu, tetapi dokter baru sekarang dapat mendiagnosa penyebabnya. Lebih dari 2.000 orang telah diuji kesehatannya terkait penyakit pes di wilayah Issik-Kul.

Pos-pos pemeriksaan telah didirikan dan dibatasi dari kendaraan yang berlalu lintas. Selain tindakan karantina, dokter juga telah memberikan resep antibiotik di daerah tersebut. 

Menurut BBC, Kazakhstan dilaporkan telah memperketat perbatasan untuk mencegah penyakit tersebut memasuki wilayahnya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terakhir tercatat wabah penyakit pes berada di Peru pada tahun 2010 ketika 12 orang ditemukan telah terinfeksi.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA