Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Waduh Kucing Pun Ikut Program Diet

Kamis 15 Aug 2013 01:12 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: M Irwan Ariefyanto

Kucing bernama Budha yang terpaksa diet karena kegemukan

Kucing bernama Budha yang terpaksa diet karena kegemukan

Foto: News2

REPUBLIKA.CO.ID,NEW YORK -- Seekor kucing di Nashville, Tennessee, AS, harus mengikuti program diet. Beratnya terbilang sangat tidak ideal, yakni mencapai 31,4 pon atau sekitar 15 kilogram. Kucing berusia enam tahun yang diberi nama Buddha ini diselamatkan setelah pemilik sebelumnya menyerahkan ke tempat perlindungan hewan untuk diadopsi.

Tidak hanya membutuhkan rumah anyar, tetapi kucing ini juga perlu menjalani gaya hidup sehat. Pemilik toko hewan Chris Achord kini merawat Buddha. Dia akan memelihara hewan mamalia itu sampai berat badannya turun menjadi ideal, yakni di kisaran 19 atau 20 pon. Setelah itu, dia baru dapat diadopsi.

Persoalannya, seperti manusia yang kelebihan berat badan, Buddha benci untuk melakukan diet. Seperti dikutip Dailly Mail, dia lebih menyukai makanan manusia.  Menurut Achord, kucing piaraan ini suka memilih makanan dan sangat tertarik pada jam-jam makan siang. Apalagi, jika menu pasta sedang dihidangkan.

Kami mencoba memberinya makanan yang melancarkan saluran pencernaan, makanan metabolisme, tetapi dia tak suka, ujarnya.

Achord menilai bahwa pemilik kucing tersebut sebelumnya pasti telah memberikan makanan manusia. Padahal, itu tak baik untuk kesehatan kucing. Saya telah menyelamatkan kucing selama lebih dari 25 tahun dan saya belum pernah melihat seperti ini.

Kondisi itu sangat menyedihkan. Kucing tersebut bahkan tak mampu membersihkan tubuhnya sendiri. Pihaknya, kata Achord, akan bekerja sama dengan Animalia di Franklin untuk memberikan program latihan khusus untuk Buddha. Kami ini memastikan semuanya berjalan dengan benar.       

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA