Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

 

Perempuan Jeddah Serbu Salon dan Spa Sebelum Shalat Idul Fitri

Kamis 08 Aug 2013 19:49 WIB

Rep: Stevy Maradona / Red: Mansyur Faqih

Salon kecantikan wanita (ilustrasi).

Salon kecantikan wanita (ilustrasi).

Foto: sheknows.com.au

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Mempercantik diri sebelum merayakan Idul Fitri ternyata jadi kebiasaan perempuan Arab Saudi. Seperti dilaporkan Arab News, Kamis (8/8), sejumlah salon di Jeddah kebanjiran pelanggan. Sayangnya, pekerja salon tidak kebagian uang lembur.

"Saya sudah pesan tempat untuk salon dan spa dua pekan sebelumnya agar tidak antre. Ternyata sampai di salon tetap saja saya harus menunggu dua jam sebelum perawatan," keluh Amal Jamal, ibu rumah tanggal di Jeddah.

Amal pun menunggu. Tak hanya menghabiskan dua jam, tapi total enam jam dengan perawatan tubuhnya. "Padahal itu hanya merawat rambut dan kuku saya saja," tambahnya.

Salon di Jeddah memang kewalahan dengan pelanggannya. Dareen Al Ghamdi, resepsionis satu salon di Jeddah mengatakan pengelola salon ingin tempatnya laris manis dengan pelanggan sebanyak mungkin. Karenanya, operator telepon salon menerima pesanan tempat perawatan sebanyak mungkin. Meski mereka tahu tempatnya sudah penuh. "Kami tahu kaum hawa di Jeddah ingin tampil cantik saat Idul Fitri jadi mereka pasti mau menunggu," kata Dareen.

Ketika pelanggan tiba dan harus menunggu berjam-jam untuk perawatan tubuh, Dareen juga menawarkan paket perawatan lainnya. Sehingga si pelanggan tak menghabiskan waktu banyak untuk menunggu.

Namun, bukan cuma pelanggan salon yang kesal. Karyawan salon pun kewalahan. Dareen mengatakan hari-hari menjelang Idul Fitri adalah hari paling melelahkan. Karena salon akan penuh dengan pesanan sementara pemilik salon tak mau tutup. Sehingga karyawan bekerja penuh bahkan bisa nyaris 24 jam. "Sepuluh hari menjelang Lebaran kami biasanya baru bisa pulang ke rumah jelang Subuh," katanya.

Namun, dompet Dareen tak kunjung tebal. Pemilik salon, kata dia, menolak membayar bonus atau uang lembur Ramadhan. Pasar tenaga kerja untuk salon di Jeddah selama akhir Ramadhan memang padat. Kalau pun satu pekerja salon mundur, masih banyak pekerja salon lain yang siap mengisi. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES