Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Sikat ATM, Pembobol Gondol Rp 507 Juta

Rabu 24 Jul 2013 21:09 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Anjungan tunai mandiri (ATM)

Anjungan tunai mandiri (ATM)

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI--Sedikitnya enam orang perampok kini diburu jajaran Satreskrim Polres Sarolangun, Jambi, karena telah membobol anjungan tunai mandiri Bank BNI di Kecamatan Singkut dan berhasil menggodol uang sebesar Rp507 juta.

Data yang berhasil dirangkum, Rabu (24/7) pembobolan ATM ini terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 05.23 WIB di ATM BNI Kecamatan Singkut. Pada saat kejadian, pelaku ditengarai berjumlah enam orang dan mengendarai mobil jenis Innova berwarna hitam dengan plat B (Jakarta) yang disamarkan.

"Dari rekaman CCTV, diketahui keenam laki-laki tersebut berperawakan kurus, mengenakan topi coklat serta memakai jaket dan sarung tangan," kata Kasatreskrim Polres Sarolangun AKP Yudha Lesmana SIk saat dikonfirmasi, Rabu (24/7).

Ia menjelaskan, keenam pelaku membobol ATM dengan cara mencongkel dengan linggis dan obeng. Setelah tercongkel, para pelaku membawa kabur mesin ATM. "Akibat pembobolan ini, kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp507 juta," ujarnya.

Polisi kini masih terus melakukan penyelidikan dan memeriksa serta meminta keterangan sejumlah saksi. Polisi telah memeriksa Adi Nuryadi (21) dan Hasbi bin Tamdani (26). Keduanya merupakan Satpam yang selama ini bertugas di Kantor BNI Kecamatan Singkut.

Selain itu, petugas juga meminta keterangan Muslim Nur (22), seorang karyawan rumah makan Buana, yang terletak disamping BNI Singkut. "Kita masih terus melakukan pengejaran dan memberdayakan jaringan informasi terhadap para pemain pembobol ATM ini," kata Yudha.

Satreskrim Polres Sarolangun telah melakukan koordinasi dengan kepolisian di Kabupaten Musirawas, Sumsel, sebab diduga para pelaku kabur daerah itu. "Perkembangan terbaru, mesin ATM BNI ini telah ditemukan di wilayah Musirawas, tepatnya di dekat lapangan Maori-Rupit. Kita masih mengejar para pelaku," tambah Yudha.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA