Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Istana Ogah Tanggapi Tudingan FPI

Rabu 24 Jul 2013 17:36 WIB

Rep: Esthi Maharani/ Red: Karta Raharja Ucu

 Julian Aldrin Pasha

Julian Aldrin Pasha

Foto: Antara/Widodo S. Jusuf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru bicara presiden, Julian Aldrin Pasha enggan menanggapi reaksi Front Pembela Islam (FPI) yang menyebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai tukang fitnah dan pecundang.

“Apakah itu perlu ditanggapi? Kami rasa tidak perlu untuk kami tanggapi, tidak akan kami tanggapi,” katanya di Kantor Presiden, Rabu (24/7).

Julian menyebut, sebagai kepala pemerintahan, presiden sebaiknya dihormati. Menurutnya, pidato Presiden akhir pekan lalu berdasarkan laporan dan fakta di lapangan. Apalagi, masyarakat juga punya keinginan agar negara dan pemerintah bertindak tegas dan menjaga keamanan.

"Jadi, apa yang disampaikan presiden adalah semata-mata karena beliau sebagai kepala negara memang berkewajiban untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Tidak boleh ada organisasi yang mengatasnamakan agama atau yang lain melakukan tindak kekerasan," katanya.

Polri, lanjutnya, sudah melakukan tindakan sesuai hukum terkait kasus FPI yang bentrok dengan warga di Jawa Tengah. Menurutnya, sistem hukum telah bekerja hanya tinggal menunggu hasilnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA