Wednesday, 16 Jumadil Akhir 1443 / 19 January 2022

Wednesday, 16 Jumadil Akhir 1443 / 19 January 2022

Kasus MERS CoV di Jazirah Arab dan Negara Eropa, 45 Meninggal

Ahad 21 Jul 2013 06:20 WIB

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Djibril Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Geneva SEARO dan Jakarta menunjukkan kasus MERS (Middle East Respiratory Syndrome) Corova Virus (CoV) terakhir (sampai 18 Juli) sebanyak 88 kasus dengan 45 kematian (51 persen).

Kasus tersebut terjadi di Jazirah Arab dan beberapa negara Eropa, kata Dirjen Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama, dalam surat elektroniknya yang dikirim ke ROL, Sabtu (20/7).

Prof Tjandra mengatakan setelah melakukan dua kali teleconference dengan Emergency Committe dan beberapa perwakilan negara terjangkit serta expert, maka WHO mengeluarkan pernyataan tentang MERS CoV pada 17 Juli 2013 yang pada dasarnya berisi:

- MERS CoV memang serius dan perlu dapat perhatian penting, tapi sesuai data saat ini maka belum merupakan PHEIC (Public Health Emergency International Concern).

- WHO akan segera memperbarui rekomendasi-rekomendasinya sesuai perkembangan keadaan. situasi akan dinilai kembali emergency committe pada September 2013, kecuali kalau ada perkembangan mendesak.

"Terkait  pernyataan WHO tersebut kami  sedang membuat surat edaran kembali dan cara terbaru penangan kasus, definisi kasus dan lain-lain," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA