Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Mulai Agustus, BCA Naikkan Bunga KPR

Selasa 16 Jul 2013 11:27 WIB

Rep: Satya Festiani/ Red: Nidia Zuraya

Pekerja menyelesaikan pembangunan sebuah proyek perumahan.   (ilustrasi)

Pekerja menyelesaikan pembangunan sebuah proyek perumahan. (ilustrasi)

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Central Asia, Tbk (BCA) berencana untuk menaikan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada Agustus. Kenaikan suku bunga KPR mengikuti kenaikan suku bunga simpanan yang telah naik terlebih dahulu menyesuaikan dengan kenaikan inflasi dan suku bunga acuan (BI rate).

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, mengatakan BCA akan menaikan suku bunga KPR dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) bulan depan. "Bunga bulan depan kita naikan sebesar 0,5-1 persen. Kalau kredit lain dari Juli sudah naik setengah persen," ujar Jahja di sela-sela acara buka puasa bersama pers di Jakarta, Senin (15/7).

Bunga KPR BCA akan naik menjadi 9 persen tergantung tenor. Sedangkan bunga kredit lain sudah naik lebih dahulu seiring dengan kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK). Kenaikan bunga merata sebesar 0,25 persen pada Mei untuk kredit korporasi, small medium enterprises (SME) dan konsumer. Untuk Juli, kenaikan bunga untuk ketiga sektor tersebut sebesar 0,5 persen.

Dari data di situs BCA, posisi suku bunga dasar kredit (SBDK) perseroan per 30 Juni tercatat SBDK korporasi 9,25 persen, SBDK ritel 10,6 persen, SBDK KPR 9,5 persen dan SBDK non KPR 8,18 persen, sedangkan SBDK mikro tidak tersedia. Sebelumnya, BCA telah menaikan suku bunga deposito dari 3,75 persen menjadi 5,5 persen.

Sepanjang 2013, perseroan mematok target pertumbuhan kredit di kisaran 18 persen hingga 20 persen. "KPR tumbuh 75 persen di 2011, 50 persen di 2012, tahun ini 25-30 persen. Tahun ini overall kredit kita prediksi mau 18-20 persen," ujar Jahja.

Walaupun BI Rate telah dinaikan dan mendorong naiknya suku bunga perbankan, BCA tidak akan melakukan revisi target dalam rencana bisnis bank (RBB) yang diajukan ke BI tengah tahun ini. "Gak ada revisi target," ujar Jahja.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA