Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Jepang-Indonesia Segara Transplantasi Terumbu Karang Bunaken

Kamis 11 Jul 2013 22:06 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Terumbu karang di Bunaken

Terumbu karang di Bunaken

Foto: UNDERWATER.COM.AU

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO-- Tokyo University dan Indonesia diwakili Bappeda Sulawesi Utara, Universitas Sam Ratulangi, Univesitas Negeri Manado, Dinas Perikanan dan Kelautan bekerja sama untuk melakukan transplantasi terumbu karang.

"Kerja sama ini sudah berlangsung dua tahun dari empat tahun yang direncanakan. Dari sisi penganggarannya pemerintah Jepang yang menyediakannya," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Ronald Sorongan, di Manado, Kamis (11/7).

Dia mengatakan, dua lokasi yang dijadikan tempat pembiakan terumbu karang secara alami adalah pantai Likupang dan perairan sekitar Taman Nasional Bunaken. "Data berapa luasan yang telah dilakukan restorasi transplantasi terumbu karang ini berada di Universitas Tokyo. Begitupun dengan kegiatan pemantauan yang dilakukan sejak tahun lalu," katanya.

Transplantasi terumbu karang melalui pembiakan alami, kata dia, merupakan sebuah teknologi baru yang dilakukan Jepang dan diterapkan di Indonesia untuk memperbaiki kualitas terumbu karang yang mengalami kerusakan.

"Ini adalah upaya positif dalam rangka memperbaiki kerusakan terumbu karang. Harapannya kerjasama seperti ini akan berlangsung terus-menerus dan bisa dilakukan di sejumlah titik wilayah perairan yang ada di Sulawesi Utara," katanya.

Dia mengatakan, tutupan terumbu karang dalam kondisi baik akan membantu ketersediaan pangan bagi masyarakat nelayan sekitar, mengingat ia menjadi tempat pemijahan ikan. Kelestariannya pun harus tetap dijaga agar produksi ikan tidak berkurang.

"Bila kondisi tutupan karangnya rusak, produksi ikan berkurang dengan demikian hasil tangkapan berkurang pula. Dari sisi pendapatan ekonomi keluarga nelayan juga semakin menurun," kata dia.

Karena itu dia mengharapkan, upaya penangkapan ikan tidak menggunakan cara-cara destruktif seperti penggunaan bom, karena akan merusak tutupan karang yang untuk pemulihannya membutuhkan waktu bertahun-tahun.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA