Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Tahun Politik, Generasi Muda Diminta 'Cerdas'

Sabtu 22 Sep 2018 17:41 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Ketua MPR Zulkifli Hasan menjadi narasumber Kuliah Umum Kewirausahaan Dan Kebangsaan bertema 'Menumbuhkembangkan Jiwa Wirausaha Pada Generasi Milenial', di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (22/9).

Ketua MPR Zulkifli Hasan menjadi narasumber Kuliah Umum Kewirausahaan Dan Kebangsaan bertema 'Menumbuhkembangkan Jiwa Wirausaha Pada Generasi Milenial', di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (22/9).

Foto: mpr
Perbedaan pilihan politik adalah hal biasa.

REPUBLIKA.CO.ID, SURAKARTA -- Tahun politik 2019 yakni pileg dan pilpres menjadi penentuan masa depan bangsa melalui suara yang diberikan. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan dibutuhkan partisipasi aktif seluruh rakyat Indonesia termasuk peran aktif generasi milenial di tahun politik.

Dengan kuantitas dan kualitas generasi milenial yang luar biasa, kiprah aktif generasi milenial menjadi sangat penting. "Saya pesan kepada generasi milenial sebab generasi milenial sangat luarbiasa pengaruhnya  jaringannya sangat luas apalagi sangat akrab dengan teknologi modern terutama media sosial," katanya, usai menjadi narasumber Kuliah Umum Kewirausahaan Dan Kebangsaan bertema 'Menumbuhkembangkan Jiwa Wirausaha Pada Generasi Milenial', di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (22/9).

Ditegaskan Zulhasan, generasi milenial harus muncul menjadi generasi cerdas ditahun politik dengan tidak mengembangkan kebencian karena perbedaan SARA sebab hal tersebut tidak tepat di Indonesia yang memang berdiri di atas keberagaman.

photo

Ketua MPR Zulkifli Hasan menjadi narasumber Kuliah Umum Kewirausahaan Dan Kebangsaan bertema 'Menumbuhkembangkan Jiwa Wirausaha Pada Generasi Milenial', di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (22/9).

"Generasi muda bangsa generasi milenial juga mahasiswa adalah agen perubahan bangsa, sejarah tidak bisa mengubah itu tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa tidak ada perubahan penting bangsa ini tanpa peran mahasiswa mulai tahun 1908, 1945, 1965 dan 1998, semua perubahan penting tersebut ada peran mahasiswa," ujarnya.

Generasi muda mahasiswa dan milenial juga diharap membantu memberikan pencerahan kepada masyarakat luas apa itu demokrasi dan mengajak masyarakat untuk datang ke bilik suara dan memilih yang terbaik jangan sampai masyarakat banyak yang golput karena ketidak tahuan, kurangnya edukasi atau masalah lainnya.

Dia mengatakan perpedaan pilihan adalah hal yang biasa. Dua kontestan capres yakni Prabowo dan Joko Widodo adalah kader terbaik Indonesia. "Mereka teman dekat.  Jadi para pendukung masing-masing capres jangan berkelahi dan berkonflik sebab dua tokoh itu adalah milik bangsa, milik rakyat semuanya.  Kita boleh beda tapi kita tetap bersaudara," kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler