Penyedia Ta'jil di Masjid Gedhe Kauman Diseleksi Ketat

Rep: Neni Ridarireni/ Red: Hazliansyah

 Selasa 02 Jul 2013 10:49 WIB

Masjid Kauman Foto: tambi Masjid Kauman

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pengelola Kantor Takmir Masjid Gedhe Kauman menyeleksi ketat katering penyedia ta'jil untuk bulan Ramadhan. Hal ini dilakukan agar makanan dan minuman yang disajikan untuk berbuka memenuhi standar yang mereka tetapkan.

"Penyeleksian katering sudah dilakukan 16 Juni lalu. Ada 15 katering yang lolos seleksi." kata Bendahara Takmir Masjid Gedhe Kauman, Rohib Winastuan pada Republika, Selasa (2/7).

Rohib menyebutkan, awalnya ada 25 katering yang ikut seleksi. Namun empat diantaranya langsung dinyatakan gugur dan tidak diseleksi karena jarak lokasi memasak dengan masjid terlalu jauh.

Jarak memang menjadi salah satu faktor penting yang diperhatikan, agar makanan yang disajikan tetap segar. Sebelumnya, masalah makanan yang tidak lagi segar (basi) pernah dialami Masjid Gedhe Kauman beberapa kali.

"Hal ini dikarenakan jarak tempat katerng yang membuat ta'jil terlalu jauh, sehingga sampai di Masjid Gedhe Kauman makanan untuk ta'jil ada yang agak basi. Karena dibuatnya mungkin sudah sejak pagi," ungkap Pengelola Kantor Takmir Masjid Gedhe Kauman, Waslan Aslam menambahkan.

Tidak hanya jarak, pengemasan juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan.

"Seandainya nanti ada makanan ta'jil yang agak basi, misalnya dari 700-900 porsi yang agak basi ada sekitar 20-50 porsi atau kemasannya rusak, mereka akan mendapat sanksi, yakni dari dikurangi jatahnya sampai tidak boleh menjadi penyedia ta'jil di Masjid Gedhe Kauman. Karena mereka melayani para tamu di Masjid Gedhe Kauman,'' ungkap Waslan. 


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X