Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Acset Indonusa Targetkan Kontrak Rp 2,8 Triliun

Senin 24 Jun 2013 12:32 WIB

Rep: Friska Yolandha/ Red: Nidia Zuraya

Logo PT Acset Indonusa Tbk

Logo PT Acset Indonusa Tbk

Foto: acset.co

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Acset Indonusa Tbk menargetkan perolehan kontrak sepanjang 2013 senilai Rp 2,8 triliun. Nilai ini tumbuh 27,2 persen bila dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya.

Direktur Keuangan Acset Agustinus Hambadi mengatakan total pdrolehan proyek ini sudah termasuk proyek baru yang sedang dikelola perseroan. "Proyek baru kami targetkan Rp 1,3 triliun," ujar Agustinus usai melaksanakan pencatatan umum saham perdana PT Acset Indonusa di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/6). Perolehan kontrak baru perseroan pada tahun lalu hanya Rp 1 triliun.

Hingga Mei perolehan kontrak perseroan mencapai Rp 1 triliun. Beberapa proyek yang sedang berjalan saat ini antara lain proyek District 8 di Senopati dan proyek di Thamrin 9. Agustinus optimistis hingga akhir tahun perseroan dapat memperoleh proyek yang ditargetkan.

Thamrin 9 merupakan proyek fondasi, yang juga merupakan keahlian dari Acset. Pembangunan fondasi gedung 72 lantai tersebut dimulai Juni 2013. Agustinus mengungkapkan perseroan telah menyelesaikan 5 proyek fondasi sepanjang lima bulan pertama di 2013. "Setiap tahun kami menyelesaikan 10-15 proyek fondasi setiap tahun," kata Agustinus. Proyek fondasi merupakan proyek yang pembangunannya tidak memakan waktu yang lama. Jangka waktunya hanya 4-8 bulan setiap proyek.

Acset Indonusa mencatatkan sahamnya di BEI dengan melepas 150 juta lembar saham. Nilai ini merupakan 30 persen dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor setelah initial public offering (IPO).

Saham perseroan ditawarkan pada harga Rp 2.500 per lembar. Saham perseroan dibuka menguat pada pembukaan perdagangan Senin sebesar 2 persen ke level Rp 2.550.

Dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana saham akan dialokasikan untuk modal kerja sebesar 57,5 persen. Sisanya akan digunakan emiten berkode ACST ini untuk pembayaran sebagian hutang bank (30 persen) dan belanja modal (12,5 persen).

Hingga akhir 2012 ACST telah membukukan pendapatan usaha senilai Rp 670 miliar. Pendapatan tersebut berasal dari 77 persen dari jasa konstruksi dan sisanya dari pendapatan jasa fondasi. Laba komprehensif perseroan tercatat senilai Rp 53 miliar. Laba ini meningkat 47 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Perseroan mencatat perolehan kontrak baru senilai Rp 1 triliun dengan total kontrak sebesar Rp 2,2 triliun.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA