Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Duh, Kecil-Kecil Suka Mencuri, Bagaimana Solusinya?

Jumat 21 Jun 2013 16:49 WIB

Red: Endah Hapsari

Anak Mencuri (Ilustrasi)

Anak Mencuri (Ilustrasi)

Foto: life123.com

REPUBLIKA.CO.ID,  Mencegah hal buruk terjadi akan lebih baik ketimbang memperbaikinya setelah kejadian. Demikian juga halnya dengan perbuatan mencuri pada anak. Sejak awal hendaknya dilakukan pencegahan terhadap kemungkinan itu. Tips dari berbagai sumber berikut ini bisa Anda jadikan panduan.

Jelaskan mengapa mencuri itu salah

Mengingat usianya, penjelasan ini hendaknya dilakukan dengan gaya bahasa seringan mungkin. Semisal dengan mengambil contoh kisah pencurian di buku cerita atau film kartun. Dari sini orang tua bisa memberikan penjelasan kenapa mencuri salah. Jelaskan juga apa yang dimaksud dengan mencuri. Yakni, mengambil barang orang lain tanpa seizin pemiliknya.

 

Mengajari anak soal kepemilikan

Tidak ada salahnya loh, mengajarkan pada anak Anda bahwa setiap orang memiliki sesuatu. Jelaskan pula bahwa mengambil sesuatu milik orang lain itu adalah salah. Bisa dijelaskan melalui bahasa yang mudah, yang bisa memunculkan rasa empati dalam dirinya. Seperti, ''Gimana perasaan kamu, Nak, kalau ada yang ngambil pensil berwarnamu?''

Atau dengan merujuk pada kejadian sehari-hari. Seperti menjelaskan pada anak kenapa setiap orang harus membayar jika membeli sesuatu di toko. Caranya bisa dengan menunjuk salah satu barang yang ada di rumah.

 

Ajarkan pula cara yang baik untuk mendapatkan sesuatu 

Tentunya dengan cara memberitahu bahwa apapun yang ia inginkan, harus diperoleh dengan cara yang benar. Misalkan, ajari anak menabung. Katakan,a setelah uangnya terkumpul, ia bisa membeli benda yang diinginkan. Ajari pula caranya meminjam adalah dengan terlebih dahulu mengucapkan kata yang baik.

 

Jadilah teladan bagi anak

Orang tua hendaknya memberikan contoh yang baik bagi anak. Yakni, dengan membiasakan meminta izin sebelum meminjam sesuatu serta bertindak jujur. Yang tak kalah pentingnya adalah menunjukkan bahwa orang tua pun tidak mengambil barang milik orang lain. Ada kalanya orang tua lupa dengan mengambil peralatan kantor ke rumah. Padahal ini bisa jadi contoh buruk.

 

Kembangkan pola hubungan dekat dan terbuka dengan anak

Ada kecenderungan, anak yang dekat dengan orang tua akan lebih mudah menyerap nilai-nilai yang diajarkan orang tuanya. Setidaknya jika dibandingkan dengan anak yang kurang dekat dengan orang tua.

 

Pujilah perilaku jujur dari anak

Ketika kita mendapati anak berperilaku jujur, jangan segan memuji. Semakin sering orang tua memuji kejujuran anaknya, ia pun akan semakin senang melakukan tindakan tersebut. Lebih dari itu, anak akan sadar bahwa yang dilakukannya adalah hal baik

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA