Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Kuwait-Malaysia Kerja Sama Kembangkan SDI Keuangan Syariah

Rabu 19 Jun 2013 13:44 WIB

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Nidia Zuraya

Pekerja Bank Syariah (ilustrasi)

Pekerja Bank Syariah (ilustrasi)

Foto: Republika/Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Kuwait Finance House Research (KFHR) Limited menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Keuangan Syariah Global, INCIEF. MoU ini menjamin kerja sama signifikan antara KFHR dan INCEIF dalam meningkatkan penelitian dan pengembangan industri keuangan syariah.

Fokus khusus ditujukan pada pengembangan Sumber Daya Insani (SDI), meningkatkan pengetahuan dan pemahaman keuangan syariah serta memastikan kerjasama di sektor keungan syariah lebih luas. Ketua KFHR, Fahad al-Mukhaizeem mengatakan kemajuan dalam penelitian, inovasi dan kelembagaan pengembangan kapasitas sangat penting untuk keberlanjutan pertumbuhan industri keuangan syariah.

"KFHR memiliki pemahaman mendalam mengenai peluang dan masalah dalam industri keuangan syariah dan berkomitmen mendukung perkembangan sektor lebih lanjut," kata Mukhaizeem seperti dikutip Zawya, Rabu (19/6).

INCEIF memainkan peran penting dalam mengembangkan SDI industri keuangan syariah global. INCIEF didirikan oleh Bank Negara Malaysia (Bank Sentral Malaysia) sebagai bagian inisiatif pemerintah setempat untuk memperkuat posisi negara sebagai pusat keuangan syariah internasional. INCEIF merupakan satu-satunya universitas di dunia yang sepenuhnya didedikasikan untuk studi pascasarjana keuangan syariah.

CEO INCIEF, Daud Vicary Abdullah mengatakan MoU ini merupakan kemitraan strategis yang akan berperan penting dalam pengembangan industri jasa keuangan syariah global. Timur Tengah merupakan pasar penting dan berkembang. Kemitraan ini diyakini bisa sukses membantu pembangunan nyata di industri keuangan syariah.

KFHR Limited adalah anak perusahaan Kuwait Finance House (KFH). KFH adalah salah satu lembaga keuangan Islam terbesar di dunia yang didirkan pada 1977 dengan aset kini mencapai 52 miliar dolar AS. Sekitar 48 persen saham dimiliki Pemerintah Kuwait dan merupakan bank syariah pertama yang didirikan di Kuwait.

Sementara INCEIF diatur untuk mengembangkan SDI industri keuangan syariah global. Terlepas dari program akademik, INCEIF juga menawarkan program pelatihan eksekutif dan berfokus pada industri penelitian. INCEIF disusun dengan masukan dari pelaku industri untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan akademik dan pengalaman industri.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA