Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tantangan Pengelolaan Limbah Semakin Besar

Rabu 19 Jun 2013 00:07 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Limbah pabrik yang mencemari lingkungan.

Limbah pabrik yang mencemari lingkungan.

Foto: Dok Republika

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan bahwa tantangan dalam pengelolaan sampah, limbah, dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) pada tahun-tahun mendatang akan semakin besar seiring pertambahan penduduk.

"Proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 hingga delapan persen akan diikuti dengan rata-rata pertumbuhan jumlah penduduk sebesar 0,3 sampai 1,5 persen pada 2050. Untuk itu, tantangan pengelolaan sampah, limbah, dan buangan B3 akan semakin besar pula di tahun mendatang," kata Deputi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Bidang Pengelolaan B3, limbah B3 dan sampah, Masnellyarti Hilman di Batam, Selasa (18/6).

Pernyataan tersebut dia sampaikan usai acara Bimbingan Teknis Pengelolaan Limbah B3 dan Pemulihan Lahan Terkontaminasi Limbah B3 yang diselenggarakan KLH.

Dia mengatakan sejak ditetapkannya program Master Plan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI), diproyeksikan Indonesia akan menjadi tujuh besar raksasa ekonomi dunia pada 2050 dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,3 hingga delapan persen yang akan memberi dampak positif percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Namun, kata dia, percepatan pembangunan pada sektor industri dan perekonomian akan memberi implikasi negatif terhadap timbulan jumlah limbah B3 dari kegiatan sektor industri.

"Sebagai 'overview', pada 2012, timbulan limbah B3 yang dihasilkan dan telah dikelola dari kegiatan industri pada sektor manufaktur dan jasa, agroindustri, serta sektor pertambangan minyak dan gas bumi mencapai hampir 66 juta ton," ungkapnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA