Rabu, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 Januari 2020

Rabu, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 Januari 2020

Mahasiswa Ubaya Raih Emas Olimpiade MIPA 2013

Senin 03 Jun 2013 16:32 WIB

Red: Taufik Rachman

Universitas Surabaya

Universitas Surabaya

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA--Mahasiswa Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (Ubaya) Januar Ishak meraih medali emas kategori Biologi dalam ajang bergengsi Olimpiade Nasional MIPA 2013 yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Prosesnya berliku-liku, karena saya harus melalui seleksi di tingkat Ubaya, lalu seleksi di tingkat Kopertis VII/Jatim dan akhirnya ke seleksi tingkat nasional dengan puluhan mahasiswa se-Indonesia," kata alumni SMA Kristen Petra 2 Surabaya itu di Surabaya, Senin.

Dalam seleksi oleh Kopertis VII/Jatim, katanya, ada 11 mahasiswa Ubaya yang bergabung.
"Saya tetap bersemangat dalam seleksi tingkat Kopertis VII itu di Jambu Luwuk Kota Batu, karena ada dosen yang mendampingi. Beda dengan tahun lalu," katanya.

Kegiatan yang digelar pada minggu pertama bulan Mei itu tergolong singkat dalam persiapan, karena seluruh mahasiswa Ubaya yang lolos dalam tahap itu baru saja menjalankan UTS (Ujian Tengah Semester).

"Dari 11 mahasiswa yang lolos hanya saya yang melaju ke seleksi tingkat nasional. Jelas, saya kesepian, padahal kampus lain kebanyakan lebih dari satu perwakilan. Belum lagi beban mental dalam ajang yang sama pada tahun 2012 hanya meraih medali perunggu," katanya.

Selama empat hari sejak 29 Mei hingga 1 Juni di Yogyakarta, mahasiswa yang tinggal di Surabaya Selatan itu berjuang mengerjakan 20 persoalan. Di setiap harinya, dirinya harus berkonsentrasi penuh untuk menjawab semua soal yang diberikan.

"Saya memang suka biologi sejak duduk dibangku SMA, sehingga saya mengerjakannya dengan 'relative enjoy' walau beban menjadi yang terbaik terus ada di benak," kata mahasiswa yang suka biologi tapi enggan menjadi dokter itu.

Namun, ia mengaku universitas mendukung penuh dengan menyertakan pendamping dari dosen, sehingga dirinya lebih percaya diri, meski kampus yang paling ditakuti sekaliber ITB dan UI mampu meloloskan 10 orang lebih perwakilan mahasiswanya.

Menurut dosen pendamping Januar Ishak, Aloysius Yuli W. ST DEA, banyak yang tidak menyangka bahwa Ubaya bisa meraih medali emas, karena dari cabang yang sudah diumumkan perolehan medali emas menunjukkan sebagian besar direbut PTN.

"Tentu, prestasi Ubaya ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan sekaligus memotivasi mahasiswa Ubaya yang lain," kata Januar yang tampak sedih karena panitia melarang peraih medali emas untuk ikut lagi dalam lomba yang sama.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA