Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Shalat Salah Satu Mukjizat Terbesar Nabi Muhammad

Jumat 17 May 2013 19:14 WIB

Red: Heri Ruslan

Muslim Guyana saat melaksanakan Shalat Idul Fitri.

Muslim Guyana saat melaksanakan Shalat Idul Fitri.

Foto: people.duke.edu

REPUBLIKA.CO.ID, KOTABARU  -- Perintah melaksanakan shalat wajib lima waktu sehari-semalam bagi umat Islam, merupakan salah satu mukjizat terbesar yang diterima pada peristiwa Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Dosen Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Paris Barantai, Kotabaru, yang juga penceramah, H Akhmad Kamal, MAg, di Kotabaru, Jumat, mengatakan, seorang muslim yang baik, melaksanakan shalat bukan lagi dianggap sebagai beban, namun sudah menjadi sebuah kebutuhan yang harus dilaksanakan.

"Bila belum mengerjakan shalat, maka hatinya akan selalu gelisah," katanya.

"Dengan mendirikan shalat tepat di awal waktu, maka seorang muslim akan memiliki jiwa disiplin yang tinggi, dan akan melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sunggu, siapapun dia," ujar Kamal pada peringatan Isra' dan Mi'raj yang dilaksanakan GOW Kotabaru.

Shalat yang benar sesuai dengan tuntutan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, juga bisa menjadi benteng seorang muslim dari prilaku keji dan mungkar.

"Karena itu mari kita merubah diri untuk melaksanakan shalat tepat waktu, agar diri kita bisa terhindar dari melakanakan perbuatan yang keji dan munkar," ajak Kamal. Sebagai abdi masyarakat yang memeluk agama Islam, PNS harus bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.

Melalui momen Isra' Mi'raj, umat Islam harus mampu meningkatkan diri dalam berbagai aspek kehidupan. Seperti, meningkatan ibadah ataupun, meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Jika hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka orang tersebut termasuk yang beruntung, sebaliknya, jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka itu adalah bencana," paparnya.

Sementara itu, Ketua Bagungan Organisasi Wanita (GOW) Kotabaru, Hj. Rosjanah Alpidri, mengajak umat Islam, terutama ibu-ibu untuk mengambil hikmah dari peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, agar bisa memperbaiki kualitas iman dan takwa.

"Peringatan Isra' Mi'raj yang diperingati setiap tahun bukan sekedar seremonial belaka," ucapnya. Akan tetapi, peringatan Isra' Mi'raj bisa dipetik hikmah dan nilai ibadah yang terkandung dalam setiap peringatan.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA