Minggu, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Minggu, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Gurindam 12 Jadi Kurikulum Muatan Lokal di Kepri

Kamis 16 Mei 2013 15:12 WIB

Red: Taufik Rachman

Guru mengajar/Ilustrasi

Guru mengajar/Ilustrasi

Foto: Agung Supriyanto/Republika

REPUBLIKA.CO.ID,BATAM--Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memasukan mata pelajaran Gurindam 12 ke dalam kurikulum lokal untuk mengajarkan budi pekerti kepada siswa sekolah dasar (SD) hingga SMA se-derajat di provinsi muda itu.

"Gurindam 12 memuat nilai-nilai kehidupan, budi pekerti. Ada banyak nasihat di dalamnya," kata Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani di Batam, Kamis. Gurindam 12 adalah kumpulan syair yang memuat 12 pasal ajaran kehidupan karya pujangga asal Kepri Raja Ali Haji.

Menurut Gubernur pasal-pasal dalam Gurindam 12 harus diajarkan kepada siswa agar memiliki budi pekerti yang baik sebagai penunjang kemampuan intelektual.

"Ilmu pengetahuan saja tidak cukup. Perlu karakter untuk sukses dalam kehidupan. Ilmu pengetahuan adalah kekuatan, tapi karakter lebih dari itu," kata dia.

Pemprov Kepri menginginkan anak-anak mudanya memiliki jiwa, sopan santun dan budi pekerti Melayu, seperti yang diajarkan Pahlawan Bahasa Raja Ali Haji. "Apalagi Raja Ali Haji adalah pahlawan Kepri," kata Gubernur menambahkan.

Di sekolah-sekolah dan beberapa tempat umum, pemerintah menempelkan bunyi pasal-pasal Gurindam 12. Selain untuk mengingatkan nasehat baik, tulisan itu untuk menghargai karya pujangga Raja Ali Haji.

"Seperti itu di dalam, ada dipasang isi Gurindam 12," kata Gubernur menjunjuk ruangan lomba Olimpiade Sains Nasional di kompleks Sekolah Harapan Utama Batam.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Yatim Mustofa mengatakan muatan lokal Gurindam 12 sudah dua tahun diterapkan di seluruh tingkat sekolah dari SD hingga SMA. Kurikulum disusun bersama-sama oleh guru dan tokoh Kepri.

Di tempat yang sama, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim sependapat dengan Gubernur. Menurut dia, ilmu pengetahuan harus sejalan dengan tingkah laku yang baik.

Wakil Menteri mengatakan untuk mendorong terbentuknya tingkah laku yang baik, pemerintah menyusun kurikulum 2013. Menurut dia, kurikulum 2013 dipercaya mampu menghasilkan anak yang berkualitas, baik intelektual dan tingkah laku.

"Kita sama-sama berupaya, agar anak-anak memiliki kemampuan intelektual yang baik dan 'attitude' yang baik. Kurikulum baru menonjolkan 'attitude, skill and knowledge'," kata Wamen.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA