Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Virus SARS

Biro Umrah Percaya Saudi Atasi Virus SARS

Kamis 16 Mei 2013 01:36 WIB

Red: Zaky Al Hamzah

Jamaah umrah

Jamaah umrah

Foto: damanhuri Zuhri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Biro penyelenggara haji dan umrah meyakini Arab Saudi mampu mengatasi menjangkitnya virus baru yang mirip virus sindrom pernapasan akut berat (SARS). Sudah puluhan orang terkena novel coronavirus tersebut. Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (Amphuri) Fuad Hasan Masyhur mengatakan, masyarakat masih yakin dengan keamanan penyelenggaraan umrah.

Termasuk di dalamnya, Fuad menjelaskan, mengenai masalah kesehatan. “Kami yakin Pemerintah Arab Saudi bisa menanganinya dan tak akan mengganggu jalannya ibadah,” katanya di Jakarta, Rabu (15/5). Ia percaya Arab Saudi bisa memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi jamaah. Antisipasi yang dilakukan jamaah sesuai instruksi dari sana, yakni suntikan meningitis.

Selain itu, jamaah membawa perlengkapan kesehatan lain yang diperlukan saat beribadah di Tanah Suci. Fuad menambahkan, kasus virus baru tersebut tak membuat calon jamaah umrah merasa takut. Menurunya, mereka juga tak membatalkan rencana perjalanannya ke Tanah Suci. Ia menyatakan, sebaiknya peristiwa yang telah menelan korban ini tak dibesar-besarkan.

Di dunia banyak penyakit lain yang memakan lebih banyak korban, tuberculosis (TBC) salah satunya. Kematian dan jumlah korban akibat penyakit TBC merebak di seluruh dunia. “Itu saja tak membuat panik, mengapa virus baru ini memunculkan ketakutan?” Ia berharap isu kesehatan seperti itu tak berimbas pada hilangnya kesempatan beribadah.

Oleh karenanya, ia menginginkan agar Arab Saudi segera menuntaskan persoalan tersebut. Apalagi, virus mampu menular antarmanusia. Keyakinan yang sama dinyatakan Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Baluki Ahmad. Menurutnya, virus baru ini dapat diatasi Pemerintah Arab Saudi. Baik dalam tindakan pencegahan maupun tindakan lainnya.

Menurut Baluki, korban yang kena virus itu dari Timur Tengah bagian yang mana pun belum jelas. Jika daerah yang membuat orang tertular virus tersebut bukan daerah yang dilewati dalam menjalankan ibadah umrah dan haji, tak perlu khawatir. Dengan demikian, penyelenggaraan umrah oleh para jamaah tetap bisa berlangsung tanpa terganggu soal virus.

Dengan begitu, Baluki menjelaskan, tak ada yang bisa membendung keinginan masyarakat Indonesia beribadah. Baik dalam bentuk umrah maupun haji. Ia mengatakan, Arab Saudi tentu tak membiarkan isu kesehatan membuat kunjungan umrah berkurang. Ia percaya, negara kerajaan tersebut juga tetap bisa memberikan pelayanan maksimal. “Terutama, bagi jamaah umrah dan haji yang datang dari negara manapun, termasuk Indonesia,” kata Baluki. n rosita budi suryaningsih ed: ferry kisihandi

Berita-berita lain bisa dibaca di harian Republika. Terima kasih.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA