Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Boneka 'Teroris' Kejutkan Muslim AS

Senin 06 May 2013 13:47 WIB

Rep: Agung Sasongko/ Red: Fernan Rahadi

Boneka 'teroris' yang mengejutkan Muslim AS.

Boneka 'teroris' yang mengejutkan Muslim AS.

Foto: onislam.net

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Sebuah boneka berjilbab berisikan pesan menyamakan Muslim dengan teroris dan ekstremis mengundang kemarahan dari Muslim AS. Boneka ini menjadi serangan islamofobia terbaru yang dihadapi Muslim AS.

Serangan islamofobia ini diketahui seorang aktivis Muslim yang kebetulan tengah mencari kartu ucapan di sebuah toko di Chicago. Tidak ada yang salah dengan boneka itu. Justru yang dipermasalahkan pesan yang tertulis pada pembungkus boneka itu.

Pesan itu berbunyi:"Tarik tali untuk pesannya jika anda peduli. Ia akan senang melihatmu mati. Ia akan membuat anda meledak." Yang mengejutkan lagi dalam pembungkus boneka terdapat surat berisi pesan kontroversial: "Semoga ulang tahun anda menjadi sebuah ledakan.

"Pada produksi normal, boneka ini sejatinya merupakan alat untuk mempromosikan ajaran Islam di kalangan anak-anak. Ketika tali pada boneka ditarik, ia akan mengeluarkan nada berbunyi,"Assalamualaikum. Itu adalah salam dari umat Islam yang berarti damai bagimu".

Direktur Eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), Ahmed Rehab menilai boneka ini sebenarnya tidak terkait dengan terorisme. Sebaliknya, boneka ini dibuat dengan tujuan untuk mengajarkan Islam kepada anak-anak.

Namun, boneka ini justru disalahgunakan. "Generalisasi terhadap Muslim soal terorisme terkadang merugikan kami. Yang menjadi sasaran empuk tentu saja Muslimah berjilbab," katanya seperti dikutip Chicago Monitor, Senin (6/5).

Rehab menyayangkan kemunculan boneka "kontroversial" ini. Sebab, boneka ini akan menyudutkan Muslim. "Kalau memang ini sebuah lelucon, maka ini tidak lucu sama sekali. Sangat bodoh untuk menilai boneka ini sebagai lelucon," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA