Sabtu, 5 Rajab 1441 / 29 Februari 2020

Sabtu, 5 Rajab 1441 / 29 Februari 2020

Kerugian Akibat Banjir Demak Capai Rp 9,32 Miliar

Kamis 25 Apr 2013 15:03 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Banjir (ilustrasi)

Banjir (ilustrasi)

Foto: antara

REPUBLIKA.CO.ID, DEMAK -- Banjir yang melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah, selama awal 2013 mengakibatkan sektor pertanian di daerah setempat mengalami kerugian sedikitnya Rp 9,32 miliar.

Menurut Kepala Seksi Rehabilitasi Pengembangan Lahan dan Perlindungan Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Demak Heri Wuryanta di Demak, Kamis, banjir pada April 2013 mengakibatkan 1.364 hektare areal pertanian di empat kecamatan dengan berbagai komoditas terendam banjir.

Empat kecamatan yang menghadapi banjir tersebut, yakni Mijen tujuh desa, Dempet (5), Gajah (2), dan Wedung (8).

Berdasarkan total luas areal pertanian yang terkenda dampak banjir tersebut, katanya, sekitar 872 hektare di antarnaya yang berupa berbagai komoditas pertanian mengalami puso.

Berbagai komoditas pertanian yang terkenda dampak banjir tersebut, yakni tanaman padi, kedelai, bawang merah, melon, semangka, cabai, ubi jalar, dan tomat.

Komoditas pertanian yang paling banyak terkena dampak banjir, yakni tanaman padi seluas 1.185 hektare, dan seluas 702 hektare di antaranya puso.

Dari 1.185 hektare tanaman padi, seluas 67 hektare di antaranya merupakan persemaian dan 64 hektare di antaranya puso.

Komoditas pertanian lainnya, seperti bawang merah yang terkena dampak banjir seluas 135 hektare dan 126 hektare di antaranya puso.

Komoditas pertanian lain yang mengalami puso secara keseluruhan, yakni kedelai seluas 2 hektare, melon seluas 22 hektare, semangka seluas 4 hektare, cabai seluas 12 hektare, ubi jalar seluas 2 hektare, dan tomat seluas 2 hektare.

Rincian kerugian dari masing-masing komoditas pertanian, yakni tanaman padi sebesar Rp4,65 miliar, bawang merah sebesar Rp3,75 miliar, melon Rp36 juta, semangka Rp6 juta, cabai Rp135 juta, tomat Rp14 juta, dan ubi jalar Rp25 juta.

Untuk membantu meringankan beban petani, katanya, sudah diusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk mendapatkan bantuan benih dan pupuk.

Hanya saja, kata dia, bantuan benih yang diterima baru benih tanaman padi sebanyak 40.950 kilogram, pupuk urea sebanyak 191.400 kilogram, SP 36 sebanyak 63.800 kilogram, dan HcL 670 kilogram.

Jebolnya tanggul kanan Sungai Wulan di Desa Mijen pada Selasa (9/4), tidak hanya mengakibatkan rumah dan areal pertanian di tujuh desa di Kecamatan Mijen tergenang banjir, akan tetapi dua desa di Kecamatan Wedung, yakni Jetak dan Jungsemi, juga ikut terkena dampak musibah itu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA