Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Empat Tips Bebas Stres untuk Ibu Bekerja

Kamis 25 Apr 2013 11:05 WIB

Red: Endah Hapsari

Perempuan stres karena pekerjaan/ilustrasi

Perempuan stres karena pekerjaan/ilustrasi

Foto: sciencemediacentre.co.nz

REPUBLIKA.CO.ID, Stres? Merasa bersalah? Perasaan ini sering muncul dalam diri ibu bekerja. Namun, sebenarnya Anda tidak perlu merasa bersalah. Perasaan bersalah justru akan memicu stres yang berat. Lantas, bagaimana agar stres itu tidak berkepanjangan. Berikut tipsnya seperti dilansir situs sheknows.com:

 

Bagilah beban kerja

Para bapak saat ini mulai ikut ambil bagian dalam urusan mengasuh anak. Suami dapat membantu ketika anak sakit atau datang ke rapat sekolah. Jangan ragu untuk berbagi tanggung jawab dengan suami untuk urusan anak.

 

Buatlah jadwal yang fleksibel

Jika merasa sangat stres, mintalah bawahan Anda untuk menjadwal ulang aktivitas Anda. Mungkin saja ini akan berpengaruh pada kualitas kerja. Namun, yang jelas pengaturan ulang jadwal seperti ini akan menyeimbangkan kebutuhan karier dan keluarga Anda. Namun, jika ini tak memungkinkan, cobalah untuk menentukan hari dimana Anda bisa fokus sepenuhnya pada keluarga. Itu berarti matikan laptop, tinggalkan ponsel, dan bermain bersama.

 

Temukan perspektif

Jika Anda sedang berada di kantor, mungkin saja Anda berharap sedang di rumah. Tapi percaya tidak? Anda mungkin saja tidak akan lebih puas jika Anda benar-benar di rumah terus-menerus. Para ahli menyebutkan para ibu kadang berharap bisa ada di rumah bersama anaknya. Namun, saat berada di rumah, mereka berharap bisa kembali bekerja. Intinya, menjadi ibu adalah pekerjaan berat. Namun, jika Anda sudah punya pandangan sendiri tentang situasi ini dan yakin alasan kuat Anda bekerja, Anda dapat mengurangi rasa bersalah.

 

Tidak perlu stres karena meninggalkan anak

Ada kabar baik untuk ibu bekerja. Dari hasil riset, lebih dari 6.000 anak dari ibu yang bekerja tidak mengalami gangguan kejiwaan akibat ditinggalkan sang ibu. Anak-anak lebih suka orangtua yang bebas stres dan tidak terus merasa kelelahan ketimbang berada di samping mereka selama 24 jam.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA