Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Ternyata Ada Delapan Gen yang Bisa Pengaruhi Kemoterapi

Kamis 18 Apr 2013 13:19 WIB

Rep: Ani Nursalikah / Red: M Irwan Ariefyanto

DNA (ilustrasi)

DNA (ilustrasi)

Foto: alumni2003swp.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID,LOS ANGELES -- Daya tahan pasien kanker terhadap kemoterapi bisa dilihat berdasarkan keturunan. Dalam penelitian terbaru, peneliti mengidentifikasi delapan gen yang menentukan jangka waktu kambuhnya kanker usai perawatan. Peneliti menemukan, pasien dengan gen tersebut masuk kelompok berisiko rendah karena punya masa bertahan lebih lama.

Peneliti pertama mengidentifikasi gen yang terlibat dalam invasi selular menggunakan panel garis sel kanker manusia National Cancer Institute 60 (NCI-60). Dengan membandingkan pola aktivasi masing-masing gen dengan panel berbeda dan reaksinya terhadap 99 obat antikanker, membantu mempersempit daftar gen yang berpotensi memengaruhi hasil kemoterapi. "Penelitian kami menemukan delapan gen yang terlibat dalam invasi. Aktivasi relatif gen ini berkaitan dengan hasil kemoterapi, terutama dengan reseptor pertumbuhan EGF," ujar peneliti Ker-Chau Li dari Academia Sinica and UCLA, seperti dilansir Daily Mail. Mereka juga menemukan beberapa gen memiliki pola unik yang merefleksikan respons sel berbeda terhadap lima obat.

Kelima obat itu adalah Paclitaxel, Docetaxel, Erlotinib, Everolimus, dan Dasatinib. Ada perbedaan signifikan yang jelas terlihat pada sel yang merespons terhadap kemoterapi dan sel yang tidak. Pada studi klinis, pasien kanker paru-paru dan payudara yang punya masa bertahan lebih lama saat kemoterapi memiliki masa bertahan lebih panjang.

"Delapan gen unik yang ditemukan di sini dapat menentukan pilihan perawatan individual. Metode kami juga bisa diterapkan dalam penelitian kanker lain," ujar Prof Pan-Chyr Yang dari National Taiwan University

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA