Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Arya Sugiartha Rektor ISI Denpasar

Sabtu 23 Mar 2013 16:40 WIB

Red: Taufik Rachman

ISI Denpasar

ISI Denpasar

REPUBLIKA.CO.ID,DENPASAR--Dr I Gede Arya Sugiartha S SKar MHum (46) dilantik menjadi rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar periode 2013-2017 menggantikan pejabat sebelumnya Prof Dr I Wayan Rai S.

"Pelantikan tersebut dilakukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Ir Muhammad Noeh di Graha Utama Gedung A Kemdikbud Jakarta Jumat (22/3)," kata Humas ISI Denpasar, Ni Ketut Dewi Yulianti SS MHum di Denpasar, Sabtu.

Ia mengatakan, Mendikbud melantik Gede Arya menjadi Rektor ISI Denpasar bersamaan dengan pelantikan 17 pejabat Kemdikbud, di antaranya Rochmat Wahab sebagai Rektor UNY, Bambang Widigdo sebagai Rektor Universitas Borneo Tarakan.

Selain itu ada sejumlah pejabat kopertis dan pejabat eselon tiga dan empat di lingkungan Kemdikbud. Mendikbud memberi arahan tugas kepada tiga rektor yang baru yang dilantik.

Kepada Rektor ISI Denpasar I Gede Arya Mendikbud minta agar memberikan perhatian khusus dalam pembangunan Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) di Papua.

"Gede Arya kita semua tahu apa yang sudah diperankan ISI Denpasar dalam mengembangkan seni, kami berharap ungulan-unggulan yang telah dimiliki ISI Denpasar ditularkan kepada perguruan tinggi seni yang lain, khususnya kepada Institut Seni dan Budaya (ISBI) yang sedang dirintis," ujar Mendikbud.

Mendikbud juga berpesan agar kegiatan-kegiatan seni dan budaya diberi perhatian lebih agar ISI Denpasar terus menularkan tentang pentingnya seni dan budaya untuk membangun peradaban bangsa dan negara.

Secara khusus Mendikbud mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada rektor sebelumnya Prof Dr I Wayan Rai S MA yang bekeja keras membesarkan ISI Denpasar.

Selain itu secara keseluruhan Mendikbud meminta kepada perguruan tinggi dan kopertis untuk terus menerus menumbuhkan atmosfir dan budaya akademik. Karena dari atmosfir dan budaya itu misi suci perguruan tinggi bisa dilaksanakan.

"Kita tidak boleh membeda-bedakan antara pendidikan, penelitian dan pengabdian. Tri dharma harus seimbang, dan untuk mendukung itu pula harus memiliki atmosfir dan budaya akademik yang baik," pesan Mendikbud.

Atmosfir dan budaya itu antara lain, mengedepankan nilai-nilai keilmuan, kebenaran, etik, dan moral, serta tidak berhenti mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA