Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

PAN Gelar Psikotes 800 Bakal Caleg

Rabu 20 Mar 2013 19:57 WIB

Rep: Erik Purnama Putra/ Red: Dewi Mardiani

Anggota Komisi III DPR RI dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Teguh Juwarno

Anggota Komisi III DPR RI dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Teguh Juwarno

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang penyerahan daftar caleg sementara (DCS) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Partai Amanat Nasional (PAN) bergerak cepat mengantisipasi hal itu. Untuk mendapat daftar caleg berkualitas, PAN sedikitnya menggelar psikotes yang diikuti 800 bakal caleg.

Tes psikologi itu wajib diikuti sebagai syarat menjadi caleg PAN yang diusung di Pemilu 2014. Karena tidak menganut sistem diskriminatif, anggota DPR Eko Patrio pun ikut menjalani psikotes bersama bakal caleg, seperti Desy Ratnasari, Yayuk Basuki, dan Henky Kurniawan.

Ketua Harian Komite Pemenangan Pemilu Nasional PAN, Putra Jaya, mengatakan dari 800 orang itu akan dipilih sebanyak 560 orang untuk dimasukan ke dalam DCS. Ia mengungkap, tadinya 900 orang yang daftar, tapi yang masuk 800 orang. "Mereka yang nanti dipilih 560 sesuai dengan jumlah kursi di Senayan,” katanya dalam siaran pers, Rabu (20/3).

Sekretaris Fraksi PAN DPR, Teguh Juwarno, mengatakan psikotes dimaksudkan untuk melihat tingkat kompetensi dan kepribadian para calon legislator. Sehingga, kata dia, diharapkan tokoh yang diusung PAN, nantinya dalam Pemilu 2014 mendatang benar-benar caleg yang berkualitas.

Teguh melanjutkan, setelah ini, partainya juga menggelar tes urine agar caleg PAN bebas narkoba. Para caleg PAN juga wajib menandatangani pakta integritas tidak akan bertindak melanggar hukum jika terpilih menjadi wakil rakyat. “Kita bertekad mempersiapkan bakal caleg yang jauh lebih serius, sehingga caleg yang ditawarkan ke publik memiliki integritas dan mumpuni,” katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA