Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

10 Aktivitas yang Wajib Dihindari Wanita Hamil (3-Habis)

Rabu 13 Mar 2013 09:08 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Dewi Mardiani

wanita hamil/ilustrasi

wanita hamil/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktif diwaktu hamil memang tak ada salahnya. Namun, setidaknya ada 10 aktivitas yang wajib dihindari oleh wanita hamil. Berikut pemaparannya, dikutip dari SymptomFind, Rabu (13/3).

8. Latihan menembak

Bagi banyak wanita, latihan menembak dalam ruangan (indoor) terkadang menyenangkan dan menjadi hobi khusus. Sayangnya, itu kurang aman bagi bayi. Risiko di sini berasal dari suara bising yang dihasilkan dalam ruangan tertutup menyebabkan ketidaknyamanan bagi bayi anda.

Jika seorang wanita hamil ini memiliki hobi menembak, misalnya dia adalah seorang perwira polisi yang memiliki kualifikasi senajata api, maka sebaiknya dia mengenakan masker HEPA filter. Mereka dilarang menangani amunisi atau casing secara sendirian. Wanita hamil juga perlu mencuci tangan dan lengan, hingga ke sikunya dengan air dingin dan air sabun untuk memastikan bahwa timbal dari senjata api dan amunisinya itu tidak diserap oleh pori-pori kulitnya.

9. Perawatan spa

Banyak ibu hamil ingin mengunjungi spa selama kehamilan untuk membantu meringankan beberapa gejala kehamilan. Namun, setiap perawatan spa akan meningkatkan suhu tubuh, seperti mandi lumpur atau membungkus tubuh, atau mengolesi tubuh dengan bahan-bahan kimia, seperti chemical peel yang terlarang. Perawatan lain seperti facial atau pijat baik-baik saja, asalkan dilakukan praktisi berpengalaman dalam menangani wanita hamil. Pijat santai untuk wanita hamil, sebetulnya memiliki teknik khusus untuk menjamin keselamatan sang bayi.

10. Pindah rumah

Aktivitas pindah rumah berarti anda akan terlibat dalam angkat berat dan bergerak terlalu banyak. Ini adalah sesuatu terlarang bagi wanita hamil. Di luar itu, bergerak terlampau aktif bisa menyebabkan wanita hamil dan calon bayinya stres. Memang belum ada bukti defenitif yang mengatakan stres dapat menyebabkan keguguran atau bayi lahir mati, namun stres memang terbukti memiliki efek fisiologis pada tubuh yang bisa berbahaya selama kehamilan, termasuk peningkatan kadar beberapa hormon serta peningkatan tekanan darah.

Jadi seorang ibu harus mencoba dan menjadwalkan langkah besarnya setelah bayi lahir. Sebetulnya banyak lagi yang sebaiknya tidak dilakukan oleh wanita hamil. Namun, langkah-langkah ini perlu dihindari lebih karena bertujuan untuk melindungi ibu dan bayi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA