Saturday, 29 Rabiul Akhir 1443 / 04 December 2021

Saturday, 29 Rabiul Akhir 1443 / 04 December 2021

Korut Bersumpah Cabut Gencatan Senjata dengan Korsel

Rabu 06 Mar 2013 05:14 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Gambar Mao Zedong (kanan) berjabat tangan dengan Kim Il Sung (kiri) berdiri di atas Jembatan Hekou yang menghubungkan Cina dan Korut. Jembatan tersebut dibom saat berlangsung Perang Korea (1950-1953)

Gambar Mao Zedong (kanan) berjabat tangan dengan Kim Il Sung (kiri) berdiri di atas Jembatan Hekou yang menghubungkan Cina dan Korut. Jembatan tersebut dibom saat berlangsung Perang Korea (1950-1953)

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL--Korea Utara bersumpah akan mencampakkan perjanjian gencatan senjata Perang Korea yang diteken pada 1953 dengan alasan AS dan Korea Selatan tetap terus menggelar latihan gabungan militer dan sanksi ekonomi internasional yang masih ditimpakan kepada negaranya.

Komando Tertinggi Militer Rakyat Korea membuat pernyataan resmi pada Selasa (5/3) di tengah laporan bahwa sekutu Korea Utara, Beijing ternyata telah menyetujui draf resolusi sanksi terkini yang dijadwalkan akan dibagikan kepada anggota Dewan Keamanan PBB, pekan ini.

Tes nuklir terkini yang diluncurkan Korea Utara pada 12 Februari lalu adalah uji coba ketiga. AS dan beberapa negara lain cemas Korut akan kian menggenjot upaya meraih ambisi memiliki senjata nuklir yang mampu menjangkau daratan Amerika.

Pyongyang menyatakan program nuklirnya adalah tanggapan sikap bermusuhan dari AS. Perlu diketahui Perang Korea pada 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan kesepakatan damai, sehingga masih meninggalkan potensi perang di semenanjung tersebut.

sumber : AP
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA