Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

PC Merek Terkenal Juga Rentan Terinfeksi 'Malware'

Kamis 28 Feb 2013 00:05 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Malware. Ilustrasi.

Malware. Ilustrasi.

Foto: blog.microtech

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah PC merek terkenal seperti Acer, Asus, Dell, HP, Lenovo dan Samsung diketahui terinfeksi program jahat atau sering disebut malware (malicious software) yang disebarkan melalui install Windows bajakan, demikian hasil studi forensik Microsoft.

"Jika pelanggan tidak dapat membuktikan komputer yang dibeli dengan pre-instal lisensi Windows resmi, maka memicu risiko terkena virus dan spyware yang potensi korupsi data, pencurian, dan kerugian keuangan meningkat secara eksponensial," kata Tony Seno Hartono, National Technology Officer Public Sector Microsoft Indonesia, dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (27/2).

Menurut Tony, studi penelitian Tim Microsoft Security Forensics awalnya dilakukan pada Desember 2012 pada 282 total komputer dan DVD, dan menemukan sebanyak 69 persen terinfeksi malware, meningkat enam kali dari studi periode sebelumnya.

Diyakini bahwa baik software palsu atau pun malware bukan berasal atau terinstal dari pabrikan PC tersebut, namun berasal dari komputer yang dijual dengan sistem operasi non-Windows.

Kemudian diganti oleh individu yang berada pada rantai penjualan atau toko-toko yang melakukan duplikasi ilegal dan distribusi software bajakan.

"Banyak yang beranggapan bahwa membeli PC merek ternama menjamin keamanan dan kenyamanan dalam pengalaman berkomputasi. Mereka tidak berpikir dua kali tentang software yang dijual dengan komputer, apakah itu asli atau bajakan," ujar Tony.

Untuk itu tambahnya, pelanggan harus berhati-hati ketika mendapat penawaran-penawaran menarik ketika membeli komputer, karena umumnya malware tidak dapat diperbaiki hanya dengan menggunakan antivirus.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA