Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Unhan Wisuda 41 Magister Sains Pertahanan

Kamis 21 Feb 2013 06:17 WIB

Rep: Erik Purnama Putra/ Red: Djibril Muhammad

Indonesian Minister of Defense, Purnomo Yusgiantoro

Indonesian Minister of Defense, Purnomo Yusgiantoro

Foto: Antara/Zabur Karuru

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Pertahanan (Unhan) mewisuda 41 mahasiswa pascasarjana yang telah menyelesaikan pendidikan Program Studi (Prodi) Magister Sains Pertahanan. Upacara wisuda dilaksanakan di Gedung Pierre Tendean, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (20/2). 

Hadir dalam acara itu Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Rektor Unhan Mayjen Subekti, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Azwar Abubakar, serta Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Marsetio.

Dari 41 wisudawan, 20 mahasiswa berasal dari Prodi Manajemen Pertahanan, empat mahasiswa dari Prodi Ekonomi Pertahanan, 16 mahasiswa dari Prodi Manajemen Bencana, dan satu mahasiswa dari Prodi Strategi Perang Semesta. Wisudawan terdiri 17 mahasiswa dari TNI dan 24 sipil.

Lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi dengan predikat cum laude adalah mahasiswa Prodi Strategi Pertahanan, Dwi Agung Sutrisno dengan IPK 3,80.

Menhan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, penyelenggaraan pembangunan pertahanan negara merupakan sektor strategis dalam pembangunan nasional secara umum.

Setiap kebijakan pertahanan negara, kata dia, merupakan upaya membangun dan membina kemampuan, daya tangkal negara, serta menanggulangi setiap ancaman secara terpadu lintas sektoral.

"Wisudawan harus memberi kontribusi di bidang pertahanan dan aplikasi dalam kehidupan nyata setelah lulus," kata Purnomo saat membacakan orasi ilmiah.

Dia mengatakan, Unhan merupakan satu-satunya perguruan tinggi program pascasarjana yang mengkhususkan diri pada persoalan pertahanan negara. Karena itu, program studinya diorientasikan kepada penguatan pertahanan negara.

Atas dasar itu, Purnomo menambahkan, tidak salah kalau seandainya pemerintah, bangsa, dan negara menuntut kepada Unhan untuk dapat melahirkan sumber daya manusia calon pemimpin bangsa yang andal di bidang pertahanan.

"Kita juga mengharapkan Unhan sebagai think tank dalam merumuskan berbagai kebijakan pertahanan negara," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA