Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Ini Dia Sikap AS yang Bikin Kesal Iran

Sabtu 09 Feb 2013 06:24 WIB

Red: Endah Hapsari

Ramin Mehmanparast

Ramin Mehmanparast

REPUBLIKA.CO.ID, Juru bicara Departemen Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast mengatakan, perundingan dengan AS dalam kerangka yang ditetapkan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Sayid Ali Khamenei, tidak akan terjadi selama Amerika belum mengubah sikap dan meminta maaf kepada bangsa Iran atas tindakan bermusuhan mereka.

Mehmanparast membuat pernyataan dalam sebuah pertemuan di kota Mashad, yang dihadiri oleh para intelektual dan pemikir Amerika, seperti dilansir IRNA.

"Pada dasarnya, negosiasi dengan berbagai negara adalah prioritas kebijakan luar negeri setiap pemerintah," tambah Mehmanparast. Namun, lanjutnya, perundingan dengan Washington tidak dalam agenda setiap pejabat Tehran.

Iran sendiri, jelasnya, siap bernegosiasi dengan negara manapun kecuali rezim Zionis Israel. Mehmanparast mencatat AS telah berulang kali meminta perundingan dengan Iran untuk menyelesaikan krisis di Timur Tengah dan itu telah dipenuhi.

Menanggapi permintaan AS untuk bernegosiasi dengan Iran mengenai konflik di Afghanistan, Mehmanparast menandaskan, AS meminta bantuan Iran untuk mengatasi krisis di Afghanistan, namun setelah perundingan, mereka sama sekali tidak mengubah perilaku konfrontatifnya.

"AS, setelah Iran bekerja keras mengatasi krisis di Afghanistan, masih terus melanjutkan perilaku bermusuhan dan sungguh tak bisa dipercaya bahwa mereka menyebut Iran sebagai bagian dari poros kejahatan dunia," kritik Mehmanparast.

Dia lebih lanjut menandaskan, Washington telah menghapus nama kelompok teroris munafikin (MKO) yang telah meneror 17 ribu orang di Iran dan baru-baru ini juga memberlakukan sanksi baru terhadap Tehran, lalu bagaimana kami bisa menggelar sebuah perundingan positif?

"Perundingan yang dibarengi dengan intimidasi, tekanan politik dan ekonomi, sama sekali tidak mencerminkan itikad baik," tegasnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA