Sabtu 02 Feb 2013 15:08 WIB

Sulbar: APBD Rp 1 Triliun, Anggaran Pendidikan Rp 31,4 Miliar

  Sejumlah siswa merapihkan perlengkapan sekolah di halaman SDN 02/03 Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (28/1).  (Repubika/Agung Fatma Putra)
Sejumlah siswa merapihkan perlengkapan sekolah di halaman SDN 02/03 Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (28/1). (Repubika/Agung Fatma Putra)

REPUBLIKA.CO.ID,MAMUJU--Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Barat memperoleh alokasi dana anggaran pembangunan dan belanja daerah (APBD) sebesar Rp31,4 miliar untuk menyukseskan program pendidikan dalam tahun 2013.

"Alokasi dana untuk pendidikan tersebut dari besarnya APBD total Rp1 triliun lebih," kata Kepala Dikbud Sulbar, Dr H Jamil Barambangi di Mamuju, Sabtu. Ia mengatakan, alokasi dana tersebut sebelumnya telah diusulkan minimal sepuluh persen dari total pagu APBD.

Namun demikian harapan untuk memaksimalkan kinerja itu belum bisa terpenuhi karena dukungan anggaran yang masih jauh dari harapan. "Minimnya anggaran pendidikan tidak perlu kita persoalkan karena kita juga memahami keterbatasan anggaran di provinsi yang baru terbentuk itu," tutur H Jamil Barambangi.

Oleh karena itu dukungan APBD yang tersedia akan tetap dimaksimalkan dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Sulbar.

Jamil mengatakan, sejumlah program akan dilaksanakan tahun ini diantaranya program pendidikan anak usia dini, pengentasan buta aksara serta peningkatan mutu tenaga pendidik serta meningkatkan sarana dan prasarana sekolah.

"Sulbar tertinggal dari segi pendidikan. Jadi apabila tidak didukung dengan anggaran yang memadai, sulit pendidikan dikembangkan sehingga peningkatan pengalokasian anggaran pendidikan di Sulbar mutlak diperlukan," ujar H Jamil Barambangi.

Ia menjelaskan, pada tahun 2012 anggaran pendidikan hanya sekitar 4,8 persen dari Rp969 miliar besarnya APBD daerah itu.

"Kita harus bersyukur karena dengan terbatasnya anggaran yang tersedia selama ini, ternyata telah banyak mengalami kemajuan, meskipun masih banyak hal yang harus dituntaskan," tutur H Jamil Barambangi.

sumber : antara

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement