Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Ingin Kamar Mandi Ramah Lingkungan? Coba Dulu Tips Ini

Selasa 29 Jan 2013 13:57 WIB

Red: Endah Hapsari

Inspirasi kamar mandi nyaman

Inspirasi kamar mandi nyaman

Foto: distroarchitecture.com

REPUBLIKA.CO.ID, Kamar Mandi -- kata orang Jepang -- merupakan cermin pribadi. Jika kamar mandinya kotor, niscaya pemilik rumahnya orang yang kotor pula. Tapi lebih dari itu, kamar mandi pun bisa menjadi cermin Anda -- apakah Anda peduli terhadap kelestarian lingkungan atau tidak. Di bawah ini, tujuh tips untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup, yang bisa Anda lakukan melalui kamar mandi.

1. Hindari Penggunaan Pembersih Kimia

Dewasa ini, tersedia begitu banyak jenis pembersih untuk kamar mandi maupun toilet. Kebanyakan, cairan pembersih itu mengandung bahan-bahan kimia. Memang, kamar mandi maupun toilet menjadi bersih dengan cairan pembersih itu. Namun sesungguhnya, hal itu sangat merugikan. Betapa tidak, akibat cairan yang mengandung bahan-bahan kimia tersebut, mikroorganisme alami yang sebenarnya sangat berguna untuk membusukkan kotoran, ikut terbasmi. Untuk menghindari itu, sebaiknya Anda menggunakan pembersih toilet yang terbuat atau berbahan dasar cuka.

2. Gunakan Gayung

Selain peduli lingkungan, saat mandi Anda hendaknya juga memperhatikan jumlah air yang anda gunakan. Jangan biasakan membuang-buang air percuma. Saran ini khususnya ditujukan pada Anda yang memiliki bathtub. Mungkin Anda belum tahu bahwa diperlukan sekitar 136 liter air untuk mengisi bathtub. Cukup banyak bukan? Padahal ada cara mandi lain yang lebih hemat air yakni dengan menggunakan shower. Setiap lima menit, shower rata-rata mengucurkan 68 liter air. Yang lebih irit air lagi, mandi menggunakan gayung. Air yang dibutuhkan bisa seperempatnya shower. Apalagi jika Anda membilaskan air pada tubuh secara pelan dan merata. Jelasnya: mandi dengan gayung, jauh lebih irit air. Dan itu berarti Anda ikut menjaga kelestarian alam.

3. Pakailah Sabun Murni

Menurut para pakar penyakit kulit, sabun murni dan air hangat adalah paduan terbaik untuk membersihkan kulit. Karena itu, tak ada salahnya anda berhati-hati bila hendak membeli sabun. Sebab, bahan-bahan tambahan sabun seperti parfum, pewarna maupun pelembab -- yang umumnya terdapat pada banyak merk sabun -- dapat mengakibatkan iritasi kulit, bahkan alergi. Selain itu, tak sedikit pula sabun yang memiliki daya bersih terlalu kuat. Akibatnya, ketika sabun dipakai, tak hanya kotoran dan debu yang lenyap, tapi lapisan alami pelindung kulit kita juga ikut terkikis.

4. Hindari Pemakaian Perangkat Kamar Mandi dari Kayu Tropis

Masyarakat modern sekarang ini umumnya sangat menggemari perangkat kamar mandi yang terbuat dari kayu, terutama kayu hutan hujan tropis seperti mahoni. Kayu tropis terkesan mewah ini biasanya digunakan untuk membuat dudukan pada toilet, rak handuk, bingkai cermin, dan tempat gulungan tisu. Perkakas seperti itu, kini tersedia di hampir setiap department store di seluruh dunia. Padahal, meski indah dan mewah, namun memilih perangkat yang terbuat dari kayu mahoni itu bukanlah tindakan bijaksana. Sebab, secara tidak langsung Anda telah ikut merusak kelestarian hutan di negeri-negeri tropis. Karena itu, bila anda termasuk anggota masyarakat yang peduli lingkungan, pilihlah alternatif perkakas kamar mandi lain seperti dari kayu cemara atau kaca.

5. Cobalah Meramu Conditioner Sendiri

Sebagian dari kita, merasa belum lengkap bila tidak memakai conditioner setelah keramas. Padahal tahukah anda bahwa conditioner buatan pabrik besar kemungkinan mengandung bahan-bahan kimia? Karena itu, akan sangat bijaksana bila anda mencoba menggunakan conditioner yang lebih alami, hasil karya sendiri. Caranya, buat campuran yogurt dengan telur dan seperempat sendok teh minyak pala. Niscaya anda akan mendapatkan conditioner yang benar-benar alami dan bermanfaat. Tanpa zat kimia, plastik, maupun bahan-bahan tambahan lainnya. Conditioner yang ini jelas lebih sehat.

6. Hati-Hati Dengan Pasta Gigi

Kebanyakan pasta gigi yang ada di pasaran sekarang ini, mengandung bahan-bahan kimia buatan. Memang, bahan-bahan tersebut dapat menjamin kebersihan gigi kita. Namun, itu tak selalu baik bagi kita. Sebagian pasta gigi, sengaja diberi pemanis buatan seperti sakarin untuk memberi cita rasa manis. Padahal, jelas sekali bahwa sakarin sangat berbahaya bagi kesehatan. Selain pemanis buatan, sebagian pasta gigi juga diberi bahan-bahan tambahan lain seperti ethanol, formaldehyda, ammonium, titanium dioksida, perasa buatan, dan pewarna. Titanium dioksida biasanya difungsikan sebagai bahan pemutih. Padahal, di banyak negara, pembuatan zat ini mengakibatkan polusi asam di sungai. Bahkan organisasi pecinta lingkungan Greenpeace telah sejak lama melakukan kampanye untuk mengakhiri produksi titanium dioksida ini.

Karena itulah, bila anda ingin selalu sehat sekaligus ikut andil dalam pelestarian lingkungan, maka pilihlah merk pasta gigi yang tak mengandung bahan-bahan berbahaya tersebut. Meski tak begitu banyak, pasta gigi yang sehat itu tersedia di pasar-pasar swalayan maupun apotik.

7. Jangan Bunuh Laba-Laba

Suatu kali mungkin Anda menemukan seekor laba-laba terjebak di bak mandi. Boleh jadi Anda jengkel dengan laba-laba itu, karena telah mengotori air di bak mandi. Tapi cobalah untuk sedikit bersabar, jangan bunuh binatang itu. Sebab, binatang ini selain kecil juga tidak berbahaya. Di samping itu, laba-laba ternyata punya arti cukup penting dalam ekosistem. Mereka hidup dengan memakan binatang-binatang kecil seperti lalat, kecoa, dan serangga lain yang membahayakan kesehatan. Namun di sisi lain, laba-laba juga merupakan sumber makanan bagi burung-burung.

Laba-laba yang berada di bak mandi Anda, biasanya berkelamin jantan. Biasanya pula, laba-laba itu tercebur ke bak mandi dari langit-langit. Dan tahukah anda, apa yang sedang dilakukannya di langit-langit hingga kemudian terperangkap di bak mandi? Si laba-laba jantan itu sedang mencari pasangannya. Karena itu, selamatkanlah dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA