Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Alumni ITB di Inggris Bentuk "Komisariat UK"

Selasa 29 Jan 2013 10:51 WIB

Red: Heri Ruslan

Kampus ITB

Kampus ITB

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) di United Kingdom (UK) sepakat membentuk "ITB Komisariat UK" usai menyelenggarakan acara Temu Alumni ITB di UK di KBRI London.

Acara temu alumni ini dimotori M Fauzan Adziman, alumni Teknik Mesin 1999, setelah mempelajari kesuksesan acara serupa yang diadakan di Qatar beberapa tahun yang lalu, ujar Alumi ITB Angkatan 2010, Aliendheasja Fawilia kepada ANTARA London, Selasa.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 100 orang alumni ITB yang berdomisili di berbagai kota di Inggris dihadiri Dubes RI untuk Britania Raya dan Irlandia, T. M. Hamzah Thayeb, dan Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni (IA) ITB, Betti Alisjahbana (alumni Arsitektur 1979), yang khusus datang dari Jakarta.

Dubes Hamzah Thayeb dalam sambutannya menyampaikan dukungannya pada acara Temu Alumni ITB di UK ini karena dapat mendorong rasa persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia yang berada di Inggris.

Walaupun bukan alumni ITB, Dubes RI menyatakan bahwa perkembangan Indonesia selalu dipengaruhi oleh perkembangan ITB.

Acara yang dibagi menjadi beberapa sesi antara lain sesi pertama diisi dengan presentasi Atase Pendidikan Indonesia di London, T. A. Fauzi Soelaiman yang juga alumni Teknik Mesin 1978 dan Betti Alisjahbana.

Fauzi Soelaiman memaparkan berbagai macam statistik yang membandingkan perkembangan pendidikan di Indonesia dan di Inggris.

Dikatakannya hingga saat ini, tercatat sekitar 1300 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan tinggi di Inggris. Pelajar Indonesia di luar negeri merupakan duta negara yang dapat mencerminkan Indonesia secara tidak langsung.

Sementara itu, Betti Alisjahbana pada presentasinya banyak menyampaikan kondisi kesiapan Indonesia dalam bidang teknologi. Hal ini menjadi sorotan karena alumni ITB seharusnya memiliki tanggung jawab untuk membenahi kurangnya kesiapan Indonesia dalam bidang teknologi, informasi, dan infrastruktur.

Sesi kedua diisi oleh enam alumni ITB yang menceritakan pengalamannya membina karir di Inggris. Diantara enam alumni tersebut, dua di antaranya adalah dosen di dua universitas di Inggris.

Sementara tiga orang adalah praktisi di berbagai macam bidang industri dan seorang berhasil menggabungkan teknologi dan entrepreneur dengan mendirikan perusahaan sendiri.

Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi antar alumni-alumni yang hadir perihal peran alumni ITB dalam perkembangan riset dan iptek, kemajuan kewirausahaan, dan ide masukan acara temu alumni di Inggris yang akan datang.

Sementara pada sesi ketiga diisi dengan teleconference dengan IA ITB di Qatar. Dua anggota IA ITB Qatar berbagi tentang pengalaman pembentukan IA ITB Qatar dan kegiatan-kegiatan para alumni di Qatar.

Sesi terakhir di acara Temu Alumni ITB di UK ini ditutup dengan diskusi mengenai organisasi IA ITB. Betti Alisjahbana menyatakan bahwa sebelum keberangkatannya ke London mengharapkan bahwa acara temu alumni ini bisa menghasilkan sebuah organisasi IA ITB UK.

Setelah dimusyawarahkan alumni yang hadir menyetujui dibentuknya IA ITB Komisariat UK dan sepakat organisasi tersebut bebas dari unsur politik dan bersifat kolegiat serta kekeluargaan itu meresmikan IA ITB Komisariat UK dengan ketua M. Fauzan Adziman.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA