Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Pengamat: Kenaikan TDL Tambah Biaya Produksi

Rabu 02 Jan 2013 23:47 WIB

Red: Fernan Rahadi

tarif dasar listrik (ilustrasi)

tarif dasar listrik (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai kenaikan tarif dasar listrik (TDL) pada 2013 diperkirakan akan menambah biaya produksi.

"Dengan adanya berbagai macam biaya tambahan seperti kenaikan TDL, upah buruh, dan sebagainya sementara biaya tinggi ekonomi yang menekan dunia usaha belum terselesaikan. Kita akan benar-benar terlibas oleh penetrasi impor," kata Enny Sri Hartati saat dihubungi di Jakarta, Rabu (2/1).

Menurut Direktur Indef tersebut, impor akan terus meningkat pada 2013. Desakan barang-barang impor, terutama dari Cina, diproyeksi masih akan gencar sebagai akibat pengalihan pasar dari Eropa dan Amerika ke Asia Tenggara.

"Apalagi Cina membuat strategi perdagangan yang lebih banyak daripada tahun kemarin karena tujuan ekspornya ke Amerika dan Eropa masih mengalami perlambatan pertumbuhan, maka pasti akan melakukan strategi perdagangan yang lebih masif ke Indonesia," ujarnya.

Ia mengatakan jumlah penduduk Indonesia yang besar merupakan pangsa pasar yang cukup menjanjikan bagi negara-negara industri yang ingin menjaga momentum pertumbuhan ekonominya."Itu harus diperhatikan oleh pemerintah, jadi tidak sekadar inflasi," ujar dia.

Dengan adanya kenaikan biaya produksi, menurut dia, tidak ada pilihan lain yang bisa diambil pelaku industri selain menaikkan harga jual produk atau jasa mereka. "Kenaikan itu juga akan membuat daya saing produk kita terhadap barang impor menurun," katanya.

Secara tidak langsung, kenaikan tersebut berdampak pada daya beli rumah tangga yang mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat.

Ia berpendapat jika konsumsi masyarakat terancam, berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi ke depan. Karena itu, pemerintah harus menyiapkan terobosan dengan menggunakan sumber energi alternatif agar tidak membebani subsidi pemerintah dan masyarakat akibat kenaikan harga.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Satya Zulfanitra, mengatakan bahwa pada tahun ini akan ada kenaikan tarif empat kali, yakni pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober.

Kenaikan tarif dasar listrik yang diberlakukan secara bertahap, yakni sebesar 4,3 persen tiap kali kenaikan per triwulan Januari 2013. Kenaikan itu diharapkan bisa menghemat subsidi listrik sebesar Rp 14 triliun serta meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA