Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Banjir, Jembatan Hasil Bantuan Pemprov Rusak

Senin 31 Dec 2012 09:53 WIB

Rep: Fenny Melisa/ Red: Dewi Mardiani

Banjir (ilustrasi)

Banjir (ilustrasi)

Foto: Antara Foto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jembatan darurat bantuan Provinsi Sumatra Utara yang dibangun pada bulan Nopember 2012 yang lalu juga rusak dan  puluhan unit rumah terendam banjir.

"Di Nias Barat belum terbentuk BPBD," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, Senin (31/12).
 
Sementara itu, banjir dan longsor terjadi di Kabupaten Mandailing Natal pada Ahad (30/12) pukul 05.00 WIB di Desa Lingga Bayu, Kecamatan Lingga Bayu. Longsor menimbun jalan dan satu unit rumah yang berada di tepi sungai kemudian rumah hanyut.

Terdapat empat orang di dalam rumah yang hanyut tersebut, tiga orang selamat dan satu orang hilang yaitu Taher, laki-laki (68 tahun). "Pencarian masih dilakukan," kata Sutopo.

Longsor juga terjadi di Desa Aek Galingging dan Dusun Sigala-gala Kelurahan Simpang Gambir dan di Desa Pattilumban Mudik, Desa Bonda Kase dan Desa Pattilumban Hilir Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal.

"Ketinggian air sekitar 50 sentimeter mengakibatkan rumah dan perkebunan rakyat terendam dan sekitar 1.000 jiwa penduduk korban terdampak. Pengungsian tidak ada dan penduduk masih bertahan di rumah masing-masing," lanjutnya.

Banjir ini terjadi akibat tingginya curah hujan di sana, sehingga Sungai Batang Natal meluap bersamaan dengan naiknya gelombang pasang dari laut. Akibatnya, kata Sutopo, aliran Sungai Batang Natal yang bermuara ke laut (pasang rob) pun tertahan
 
Upaya penanganan bencana masih dilakukan di masing-masing daerah oleh BPBD bersama instansi terkait. Posko tanggap darurat bencana dan dapur umum sudah didirikan. Bantuan logistic sudah dilakukan sesuai kemampuan daerah. Bupati Nias Selatan telah menetapkan status darurat bencana selama 14 hari sejak Ahad (30/12) hingga Sabtu (12 Januari 2013).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA