Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Perkuat Bisnis Remitansi Bank BJB Gandeng Sejumlah Negara

Jumat 21 Dec 2012 22:00 WIB

Rep: Sandy Ferdiana/ Red: M Irwan Ariefyanto

 Direktur Utama Bank BJB Bien Subiantoro (kanan) mendampingi teller melayani nasabah yang melakukan transaksi keuangan pada Hari di Bank BJB, Jalan Naripan Bandung.

Direktur Utama Bank BJB Bien Subiantoro (kanan) mendampingi teller melayani nasabah yang melakukan transaksi keuangan pada Hari di Bank BJB, Jalan Naripan Bandung.

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Bank BJB memperluas bisnis remitansi dengan menggandeng beberapa perusahaan dari Malaysia, Taiwan dan Hongkong yang memiliki jaringan global dalam jasa pengiriman uang tersebut.

Perusahaan itu adalah I-Asia Sakatama, perusahaan remittance asal Malaysia, dan Berkah Indohaka Limited serta menggandeng SKD Management yang berkedudukan di Hongkong. Penandatanganan kerjasama dilakukan dalam West Java Investor Forum 2012 yang digelar di Batam, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu.

Direktur Utama Bank BJB, Bien Subiantoro mengatakan, Bank BJB menyiapkan produk remittance quick cash yang akan diluncurkan dalam waktu dekat sehingga perlu menggandeng mitra bisnis untuk memperluas jangkauan pelayanan remitansi tersebut. “I-Asia Sakatama memiliki jaringan yang tersebar dari Malaysia hingga Yordania yang didukung 3 bank besar di Malaysia yang tidak membuka cabang di Indonesia. Mereka jaringannya kuat. Outlet mereka ribuan, paling banyak di Malaysia dan Timur Tengah,” katanya.

Bien menjelaskan, Bank BJB memperoleh kepercayaan dari I-Asia Sakatama karena melihat jaringan yang luas di pasar keuangan di Indonesia.

Ekspansi bisnis remitansi Bank BJB tersebut untuk membidik transaksi pengiriman uang dari tenaga kerja Indonesia (TKI) di sejumlah seperti Malaysia yang mencapai 2,6 juta TKI, baik legal maupun ilegal.
Pada kesempatan itu, Pemimpin Divisi Internasional BJB, Syamsu mengatakan dengan kerja sama ini pihaknya ingin memperkuat virtual office di luar negeri. Hal ini karena pembangunan cabang secara fisik di luar negeri menurut dia butuh biaya besar. Kerja sama dengan I-Asia Sakatama mulai beroperasional akhir 2012 ini. (adv)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA