Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wapres: Jangan Takut dengan Kurikulum Baru

Kamis 20 Dec 2012 20:31 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Wapres Boediono

Wapres Boediono

Foto: Saptono/Antara

REPUBLIKA.CO.ID,  Wakil Presiden Boediono meminta guru dan murid tidak was-was menghadapi kurikulum baru yang akan dimulai pada tahun ajaran 2013, mengingat penyusunannya sudah dilakukan sistematis dan melibatkan pemangku kepentingan.

"Kurikulum baru nanti bukan dibentuk satu atau dua orang tapi dirumuskan oleh tim," kata Wapres saat silaturahim Wapres dengan siswa-siswi SMA, SMK dan MA se Kota Ternate, Kamis.

Wapres berada di Ternate untuk menghadiri puncak Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial (HKSN).

Hadir dalam acara itu antara lain Ibu Herawati Boediono, Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, serta Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim.

Pernyataan Wapres tersebut disampaikan menjawab pertanyaan guru mengenai rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merubah kurikulum SD, SMP, dan SMA sederajat pada tahun ajaran 2013.

Menurut Wapres, perbaikan kurikulum ini dimaksudkan dalam upaya untuk menciptakan mutu pendidikan yang lebih baik, sehingga harus dikelola dengan baik.

"Pendidikan harus ditangani sebaik-baiknya dan kemampuan harus kita ukur memenuhi standar untuk mempersiapkan anak-anak jadi pemimpin yang handal," katanya.

Wapres Boediono mengatakan, pemerintah serius dalam menyiapkan generasi muda karena mereka akan melanjutkan kepemimpinan estafet agar jadi bangsa maju unggul dan disegani.

Wapres juga menyoroti mengenai pentingnya aspek pembentukan karakter, sifat dan kepribadian. "Pembentukan karakter sangat sulit beda dengan pengajaran keterampilann" katanya.

Menurutnya, kalau keterampilan mudah dipelajari karena ada buku dan internet dan dari segi teknis kemampuannya luar biasa.

Namun yang sampai sekarang ini belum terpecahkan adalah bagaimana mendidik aspek karakter, mengingat di internet dan buku tidak ada. Wapres menilai cara terbaik untuk membentuk karakter adalah mencontoh dan melihat yang nyata dengan mata kepala sendiri.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA