Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Unisba akan Bangun Pusat Studi Bahasa Arab

Selasa 18 Dec 2012 20:57 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Djibril Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Universitas Islam Bandung (Unisba), akan membangun Pusat Studi Bahasa Arab di Jawa Barat (Jabar). Untuk mewujudkan rencana ini, menurut Rektor Unisba, M Thaufiq S Boesoirie, pihaknya sudah membuat MoU dengan perguran tinggi terbesar dan tertua di kerajaan Arab Saudi yakni Al Imam Muhamad ibn Saud University. 

"Yang akan membina Pusat Studi Bahasa Arab milik kami, nantinya perguruan tinggi terbesar di Arab itu," ujar Thaufiq kepada wartawan, Selasa (18/12).

Thaufiq menjelaskan, dalam menjalin kerja sama dengan Arab Saudi yang dikembangkan adalah kesetaraan. Jadi, mereka akan membantu meringankan Unisba dalam membangun pusat bahasa Arab tapi Unisba juga akan membantu mengembangkan budaya bangsa Arab.

"Pembuatan pusat study ini, diawali dengan peningkatan kemampuan laboratorium bahasa dulu. Arab akan memberikan bantuan fasilitas, guru dan lain-lain," papar Thaufiq.   

Menurut Thaufiq, dengan membuat pusat study bahasa Arab ini, Unisba tentu harus menambah jumlah dosen. Penambahannya, akan disesuaikan dengan kebutuhan. Selain untuk mahasiswa Unisba, nanti akan dibuka kursus Bahasa Arab untuk masyarakat. 

"Ini kan yang harus kita hangatkan, kursus Bahasa Arab. Karena, sekarang tidak sebanyak kursus yang lain," imbuhnya. 

Kursus singkat ini, kata dia, dibuat atas izin Pimpinan Yayasan Unisba. Untungnya, pengurus Yayasan Unisba mendukung penuh pembuatan kursus singkat ini. Kalau mahasiswa banyak yang tertarik belajar Bahasa Arab, Thaufiq berharap bisa menularkan ke masyarakat Muslim yang ada di Jabar. 

"Kami akan mengajarkan keteledanan. Mulai dari Rektor sampai ke mahasiswa. Mudah-mudahan bisa diikuti semua masyarakat," katanya.

Saat ditanya mengenai pemahaman Bahasa Arab di masyarakat

"Padahal kan mengerti bacaan shalat penting untuk meningkatkan nilai ibadah," tegasnya. 

Sementara menurut Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, H E  Mustafa Ibrahim A Al Mubarak, Arab Saudi sangat salut pada Rektorat Unisba yang ingin meningkatkan kemampuan berbahasa Arab semua mahasiswanya.

Bahasa Arab, memang kaya sekali. Tapi, kata dia, yang paling penting Bahasa Arab adalah bahasa kitab suci dan dinilai sebagai mukjizat. Bahasa Arab, bukan hanya bahasa agama tapi juga bahasa ilmu. "Bahasa Arab, harus dicintai. Dan mengajarkannya dengan cara yang mudah," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA