Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Karantina Unggas Harus Diperketat

Rabu 12 Des 2012 19:47 WIB

Rep: Meiliani Fauziah/ Red: Fitria Andayani

Petugas memusnahkan unggas-unggas dan kandangnya di RW 6, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (9/1).  (Republika/Aditya Pradana Putra)

Petugas memusnahkan unggas-unggas dan kandangnya di RW 6, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (9/1). (Republika/Aditya Pradana Putra)

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta -- Pemerintah diminta tak hanya melarang impor unggas flu burung, namun juga memperketat sistem karantina unggas. Langkah ini diharapkan dapat mencegah penyebar luasan wabah flu burung di Indonesia. 

Wakil Ketua Komisi IV, Firman Soebagyo mengatakan, perlu dibuat sebuah sistem karantina ketat untuk mengawasi peredaran unggas yang masuk ke Indonesia. "Selama ini unggas yang terdeteksi flu burung bisa lolos antara lain karena lemahnya pengawasan di bandara," ujarnya, Rabu (12/12). 

Firman pun menilai perlu dibuat undang-undang yang berdiri sendiri mengenai karantina. "Karantina ini seharusnya bisa mengakomodir kebutuhan semua pihak, bukan hanya menjadi perpanjangan salah satu kementerian," tuturnya. Karantina tersebut diharapkan sejajar kedudukannya di dalam hukum dengan peraturan bea cukai. Nantinya, karantina ini juga akan berguna untuk mengawasi peredaran satwa-satwa langka yang masuk dan keluar dari Indonesia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA