Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

'Tuding Habibie Pengkhianat Adalah Penghinaan'

Rabu 12 Dec 2012 14:52 WIB

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Fernan Rahadi

Mantan Presiden, BJ Habibie.

Mantan Presiden, BJ Habibie.

Foto: Antara/Agus Bebeng

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto menyatakan siapapun yang menyebut mantan Presiden Habibie sebagai pengkhianat adalah penghinaan yang luar biasa.

"Ini jelas tuduhan serius," katanya Republika, Rabu (12/12).

Menurut Bima, Habibie adalah presiden pertama di era reformasi yang banyak jasanya bagi keterbukaan, demokratisasi, dan terwujudnya sistem multipartai. Apapun motif politik dari mantan menteri Malaysia yang menuding seperti itu, kata dia, tidak bisa disikapi permisif.

"Ini adalah sejarah bangsa dan kehormatan bangsa. Tak ada etikanya seorang tokoh Malaysia bicara ngawur tentang sejarah Indonesia. Kita terus tuntut yang bersangkutan untuk minta maaf," imbuh Bima.

Bima meminta kantor perwakilan pemerintah Indonesia di Kuala Lumpur tegas bersikap untuk menyampaikan nota dan protes keras meminta pimpinan UMNO untuk menegur yang bersangkutan. Ia merasa kasihan dengan penguasa dan politisi Malaysia yang panik dengan arus reformasi yang mereka hadapi sampai membawa mantan Presiden Habibie.

Malaysia menurutnya harus belajar dari Habibie bagaimana caranya mengelola masa transisi menuju era demokrasi dan keterbukaan dengan damai.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA