Minggu, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Minggu, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Merugi, Pertamina Akan Hentikan Subsidi LPG 12 Kilogram

Jumat 07 Des 2012 12:15 WIB

Red: Fitria Andayani

Gas cylinders (illustration)

Gas cylinders (illustration)

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) memperkirakan mengalami kerugian Rp 5 triliun. Kerugian ini disebabkan oleh produksi dan penyaluran liquefied petroleum gas (LPG) 12 kilogram untuk 2012.

"Kerugian ini cukup besar. Karena itu tidak ada alasan LPG 12 kilogram itu disubsidi lagi oleh Pertamina," kata Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budya, usai peresmian Pertamina Corporate University, Jumat (7/12). Oleh karena itu, Pertamina akan mengajukan surat kenaikan harga LPG tersebut untuk 2013 pada minggu depan.

Menurut dia, jika langkah itu tidak dilakukan maka perusahaan akan rugi terus dan hanya sedikit memberikan deviden kepada pemerintah. Saat ini, tambahnya, tidak ada alasan yang kuat bagi Pertamina untuk mensubsidi LPG 12 kilogram. Lagipula kebanyakan masyarakat miskin menggunakan LPG 3 kilogram yang harganya telah disubsidi oleh pemerintah. 

Hanung belum bisa menyebutkan besaran kenaikan harga LPG tersebut. Hanung merinci, Pertamina mengalami kerugian Rp 4.000 - Rp 4.500 per kilogram untuk LPG 12 kilogram. Karena itu menurut dia, jika kenaikannya hanya Rp 4.000 per kilogram, maka Pertamina belum mendapat untung. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA