Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Tim Gabungan Sulit Evakuasi Korban Longsor Tasikmalaya

Senin 26 Nov 2012 13:08 WIB

Rep: Ghalih Huriarto/ Red: Yudha Manggala P Putra

Sejumlah petugas penangggulangan bencana dan prajurit TNI mencari korban yang diduga masih tertimbun setelah terjadinya tanah longsor (ilustrasi).

Sejumlah petugas penangggulangan bencana dan prajurit TNI mencari korban yang diduga masih tertimbun setelah terjadinya tanah longsor (ilustrasi).

Foto: Antara/Agus Bebeng

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Proses evakuasi korban longsor di Kampung Cipalasari, Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami kesulitan. 

Korban diduga tertimbun batu berukuran besar dengan diameter sekitar 6-8 meter. Setelah tiga jam melakukan proses evakuasi dengan alat tradisional, tim gabungan TNI, Polri, BPBD, serta Organisasi Masyarakat masih belum bisa menemukan korban.

Komandan Distrik Militer 0612 Tasikmalaya, Letkol Inf M Muchidin mengatakan, proses evakuasi terus dilakukan dengan usaha semaksimal mungkin. Untuk waktu tanggap darurat, diserahkan kepada kebijakan Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum. 

"Kami berusaha semaksimal mungkin, semoga saja korban bisa lekas ditemukan," ungkapnya di sela-sela proses evakuasi di lokasi kejadian, Senin (26/11).

Muchidin menuturkan, proses tahap pertama evakuasi dilakukan dengan menguras air yang terbendung oleh batu. Pasalnya dugaan pertama, korban tenggelam di sungai.

Namun setelah dikuras dengan menyingkirkan batu agar air mengalir dan berkurang, korban tidak ditemukan. "Berarti dugaan, korban tertimbun batu, dan sekarang fokus untuk menemukan korban," kata dia.

Untuk membantu menyingkirkan batu besar akan menggunakan lima mobil offroad. Dengan sling besi, batu akan ditarik.

"Batu sangat besar, tadi pagi sempat coba ditarik dengan satu mobil tapi tidak kuat, jadi nanti akan dicoba dengan lima mobil," ungkap Muchidin.

Pantauan Republika, tim gabungan sedang berusaha keras untuk menyingkirkan batu besar. Sukarelawan menatik batu, memecah batu dengan palu dan menyingkirkan di sisi sungai. Sementara itu, lokasi kejadian dibatasi dengan police line, untuk menghalau ratusan warga yang sudah mengerubuti di sekitar lokasi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA