Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Dituding Bantu Palestina, Inilah Jawaban Iran

Selasa 20 Nov 2012 17:35 WIB

Red: Endah Hapsari

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast

REPUBLIKA.CO.ID, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Ramin Mehmanparast, mereaksi berbagai pernyataan tentang pengiriman rudal Fajr-5 ke Gaza dan menyatakan, "Ini merupakan kewajiban semua negara Islam untuk mendukung bangsa tertindas Palestina ketika rezim Zionis Israel menebar kejahatan dengan berbagai senjata yang dimilikinya."

 

Mehr News melaporkan, Mehmanparast Selasa (20/11) dalam konferensi pers mingguannya menjawab pertanyaan wartawan berkaitan agresi Israel ke Jalur Gaza saat ini mengatakan, "Seperti yang telah kami kemukakan bahwa berbagai fitnah di kawasan disulut oleh rezim Zionis Israel dan para pendukungnya untuk menyulut api instabilitas regional dengan mengemukakan masalah parsial, demi melemahkan front muqawama."

Ditambahkannya, "Kelancangan rezim Zionis menyerang warga sipil Jalur Gaza dan pengulangan kejahatan perang para pejabat tinggi rezim ilegal ini dengan membunuh kaum perempuan dan anak-anak, ini semua merupakan hasil dari kelengahan atas ancaman utama yaitu rezim Zionis."

Ditanya soal koordinasi Republik Islam Iran dengan negara-negara Islam untuk menyelamat warga Gaza, Mehmanparast mengatakan, "Segera setelah serangan Israel dimulai, lembaga-lembaga diplomasi Iran bergerak dan kementerian luar negeri mengontak para menlu negara-negara Islam. Di sela-sela sidang Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Djibouti, kami mengadakan berbagai pertemuan dan juga melayangkan surat kepada para pejabat tinggi internasional dan regional yang isinya menekankan aksi serius dalam menghentikan dan mengecam kejahatan tersebut."

Mehmanparast menegaskan, "Dukungan terhadap bangsa Palestina, merupakan prioritas utama politik luar negeri Iran, dan sekarang kami siap untuk mengirim bantuan makanan, obat-obatan dan perlengkapan medis."

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA