Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Menelusuri Berlin, Kota Seribu Sejarah

Ahad 11 Nov 2012 14:55 WIB

Red: M Irwan Ariefyanto

Gedung Parlemen Jerman di Berlin

Gedung Parlemen Jerman di Berlin

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID,Apa yang terbesit di pikiran Anda saat mendengar nama Jerman? Tembok Berlin, bir, gerbang Brandenburg, atau sosis? Boleh jadi Anda memiliki persepsi yang berbeda-beda mengenai Negara federal satu ini. Bagi pencinta kuliner, mungkin anda langsung berpikir tentang sosis Jerman yang sangat terkenal akan kelezatannya. Kalau kebetulan Anda pembaca setia buku-buku sejarah, pasti langsung terbesit Tembok Berlin di benak Anda.
    
Well, itulah keistimewaan dari Jerman. Berlibur ke Negara ini sangatlah cocok bagi anda, traveler! Bahkan bukan hanya disajikan objek-objek wisata menawan, melainkan anda juga dapat menemukan banyak bar atau klub-klub malam di Jerman.

Sebagai kawasan yang memiliki sejarah panjang, sayang rasanya untuk melewatkan suguhan wisata di Negara indah ini. Nah, buat apa ragu lagi? Apapun yang anda cari, semuanya ada di Jerman, tak mengherankan kalau Negara ini menjadi salah satu destinasi wisata utama dunia. Ibukota Jerman, Berlin, memiliki total pengunjung tahunan sekitar 135 juta orang, yang kemudian menempatkan Berlin pada posisi ketiga dalam kota tujuan yang paling sering dikunjungi di Uni Eropa.Menengok kepada sejarah Jerman beberapa tahun silam, anda dapat menemukan bangunan-bangunan tua syarat akan nilai sejarah.

Salah satunya adalah Berliner Dom, merupakan katedral yang menyediakan sebuah elevator khusus untuk orang-orang yang memiliki kecacatan. Berlokasi di sebelah kiri dari pintu masuk utama dan ditandai oleh sebuah bel dan system intercom yang membuat penjaga pintu dapat mengetahui bila ada pengunjung yang memiliki kecacatan, yang kemudian akan memandunya ke dalam gedung katedral megah ini. Hmm, masih banyak lagi nih peninggalan sejarah yang menakjubkan di Jerman, sangat direkomendasikan bagi traveler untuk mampir ke Negara maju di Uni Eropa ini.

Penulis: Medika Adel, STIKOM LSPR - Mass Communication XV

sumber : London School
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA