Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

15 Jamaah Haji Lampung Meninggal

Kamis 08 Nov 2012 18:02 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Dewi Mardiani

Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP

Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Sebanyak 15 orang jamaah haji asal Provinsi Lampung meninggal selama menjalankan ibadah haji di Makkah dan Madinah. Jamaah yang mreninggal tersebut karena sakit. Sedangkan gelombang pertama kloter 10 sebanyak 455 jamaah disambut Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (kanwil kemenag) Lampung, Abdurrahman, Kamis (8/11), mengatakan jumlah jamaah haji asal Lampung sebanyak 6.288 orang dalam 14 kloter, sedangkan yang meninggal sebanyak 15 orang. "Ada 15 orang jamaah haji menionggal karena sakit," kata Abdurrahman saat menyambut jamaah haji asal Lampung.

Ia mengatakan pada pemulangan gelombang pertama, sebanyak 455 jamaah haji tersebut, dua diantaranya meninggal dunia di Tanah Suci pada pelaksanaan ibadah haji. "Jamaah haji asal Lampung tersebut terbagi dalam 14 kloter, diperkirakan semua jamaah haji akan kembali pada 25 November mendatang. Mudah-mudahan semua jamaah tersebut kembali dengan selamat dan berkumpul kembali bersama keluarga masing-masing," katanya.

Abdurahman menambahkan, setibanya di Bandara Radin Intan, mereka akan di tampung dulu di Asrama Haji, Bandarlampung setelah itu baru dijemput oleh keluarga masing-masing.

Gubernur Lampung, pada saat menyambut kedatangan jamaah haji, mengatakan selamat kembali ke keluarga masing-masing dalam keadaan sehat. Sedangkan bagi jamaah haji yang meninggal di Tanah Suci, pihaknya mengucapkan turut berduka cita.

Pada kesempatan tersebut gubernur juga mengatakan, bahwa pemprov terus memperjuangkan ke perintah pusat, agar tahun depan Lampung bisa menjadi embarkasi haji. Tujuannya agar lebih memudahkan bagi calon jamaah haji yang akan berangkat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA