Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Guru Nambang Emas, Sekolahpun Tutup

Selasa 06 Nov 2012 16:24 WIB

Red: Taufik Rachman

Tambang emas rakyat

Tambang emas rakyat

REPUBLIKA.CO.ID,AMBON--Aktivitas belajar ratusan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan Perikanan dan Sekolah Dasar Kayeli, Kabupaten Buru terhenti total sejak tiga bulan lalu akibat para guru di dua sekolah ini sibuk melakukan penambangan emas.

"Kondisi ini kami ketahui saat melakukan kunjungan kerja dan menjaring aspirasi masyarakat di daerah itu," kata anggota DPD RI, Anna Latuconsina di Ambon, Selasa.

Para guru lebih sibuk menambang emas di kawasan Gunung Botak ketimbang menjalankan aktivitas belajar-mengajar di depan kelas yang sebenarnya merupakan tugtas utama dan tanggung jawab mereka sebagai guru.

Apalagi jarak dari Kayeli menuju lokasi tambang Gunung Botak hanya beberapa kilo meter dan lancarnya akses transportasi membuat para guru ini lebih rajin menambang emas.

Ana Latuconsina mengatakan, ratusan siswa terpaksa tinggal di rumah karena di sekolah tidak ada aktivitas belajar-mengajar dan konidisi ini tentunya akan membawa akibat buruk bagi perkembangan dunia pendidikan di daerah itu.

"Pemerintah daerah seharusnya melihat konidisi seperti ini dan mencegah agar setiap tenaga pendidik tidak ikut-ikutan melakukan penambangan emas dan mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya karena ada guru yang tidak mendengarkan perintah kepala sekolah untuk bertugas dan tetap nekat naik ke lokasi Gunung Botak," katanya.

Sekretaris komisi D DPRD Maluku, Ny. Sugeng Koangit secara terpisah juga menyatakan keprihatinannya dengan dampak negatif penemuan logam mulia di Pulau Buru sejak tahun lalu yang ikut menghambat proses pembangunan pendidikan di daerah itu.

Pemkab Buru harus mengambil sikap tegas terhadap para guru yang sudah tergiur dengan kilauan emas seperti ini untuk mengembalikan mereka pada tugas awal sebagai pengajar dan pendidik.

"Bila perlu pemkab menawarkan opsi kepada mereka, mau dipecat atau dipensiunkan secara dini agar kekosongan seperti ini bida diisi dengan penempatan guru baru yang memang berdedikasi, loyal serta setiap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya," kata Sugeng Koangit.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA