Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

24 Kloter Mulai Tinggalkan Makkah

Selasa 30 Oct 2012 15:08 WIB

Rep: Heri Ruslan/ Red: Dewi Mardiani

Jamaah haji di Kota Makkah.

Jamaah haji di Kota Makkah.

Foto: ROL/Heri Ruslan

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Prosesi ibadah haji 1433 H telah selesai. Sebanyak 9.600 jamaah haji Indonesia mulai meninggalkan Makkah pada Selasa (30/10).

‘’Ada 24 kloter yang akan meninggalkan Makkah menuju Jeddah pada Selasa (30/10),’’ ujar Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, M Syairozi Dimyathi.

Para jamaah itu akan menginap selama satu malam di hotel transit di Jeddah, kecuali jamaah kloter 1 Aceh, Lombok, dan Medan.  Jamaah akan terbang ke Tanah Air pada 31 Oktober dan tiba di Tanah Air pada 1 November.  

Kloter lainnya yang akan meninggalkan Jeddah pada 31 Oktober itu antara lain;  kloter 1 embarkasi Solo, kloter 1 Balikpapan, kloter 1 Ujungpandang,  kloter 1 Padang, kloter 1 Palembang, kloter 2 Solo,  kloter 1 Jakarta, kloter 1 Batam,  kloter 1 Surabaya,  serta kloter 1 Bekasi.

Sedangkan kloter lainnya akan terbang dari Jeddah pada 1 November 2012 dan akan tiba di Indonesia pada 1 November, yakni;  kloter 2 Batam, kloter 2 Surabaya, kloter 2 Bekasi,  kloter 4 Solo, kloter 3 Surabaya,  kloter 2 Jakarta,  kloter 3 Bekasi, kloter 2 Medan, serta kloter 2 Banda Aceh.

Kepala Seksi Pelayanan Kedatangan dan Pemulangan daerah Kerja Makkah, Iskandar Mohammad Noor, mengimbau jamaah yang akan kembali ke tanah air tidak membawa air zamzam dalam koper. ''Jika ada jamaah yang ketahuan membawa zamzam, maka kopernya akan dibongkar. Sehingga, proses keberangkatan jamaah ke tanah air akan terhambat,'' ungkap Iskandar.

Meski telah dilarang, Jamaah haji Indonesia tetap nekad membawa zamzam dengan menyembunyikannya di koper. Akibatnya, petugas imigrasi di Bandara Jeddah akan membongkar koper jamaah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA