Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Daging Disate atau Dipanggang Kurang Baik bagi Kesehatan

Jumat 26 Oct 2012 15:14 WIB

Rep: Umi Lailatul/ Red: Dewi Mardiani

Sate Ayam

Sate Ayam

REPUBLIKA.CO.ID, ILLINOIS -- Daging kambing, sapi, atau kerbau memang lebih lezat jika dimasak menjadi sate atau steak. Sensasi daging serta aroma bumbunya akan lebih terasa. Namun, tahukah anda bahwa cara memasak seperti itu sebenarnya kurang baik bagi jantung anda. Apalagi, bagi anda penderita diabetes.

Sebuah penelitian seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (26/10), menunjukkan bahwa cara memasak daging yang paling sehat adalah direbus.

Para ilmuwan dari Universitas Illinois, Amerika Serikat mengatakan metode memasak yang menghasilkan kerak/kerenyahan daging pada suhu sangat tinggi akan menghasilkan protein advanced glycation end products (AGEs). Protein ini berhubungan dengan pembentukan plak di pembuluh darah. Plak ini lama kelamaan akan mengeras dan dapat meningkatkan resiko serangan jantung.

Riset ini dilakukan ke 65 orang selama 10 hari. Para ilmuwan tersebut membandingkan asupan makanan masing-masing peserta riset. Hasil riset menunjukkan bahwa pasien dengan komplikasi kardiovaskuler cenderung lebih banyak mengonsumsi produk-produk AGEs.

Peserta riset memiliki peluang 3,7 kali lebih tinggi terserang penyakit kardiovaskuler setiap satu kali kenaikan asupan produk AGEs. Pemimpin penelitian, Karen Chapman-Novakofski, mengatakan protein AGEs akan cenderung menumpuk di jaringan lain dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan jangka panjang pada penderita diabetes.

Karena itu, Chapman menyarankan untuk memasak daging dengan direbus atau dikukus. ''Merebus daging akan dapat mengurangi asupan AGEs,'' kata Chapman.

Seperti diketahui, penyakit jantung dan stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan pada penderita diabetes tipe 2. Setidaknya 65 persen penderita diabetes tewas akibat kedua penyakit tersebut. Penelitian ini dipublikasikan secara online dalam International Journal of Food Science and Nutrition.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA