Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Mendekatkan Diri pada Allah Saat Wukuf

Rabu 24 Oct 2012 22:27 WIB

Rep: Hannan Putra/ Red: Dewi Mardiani

Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, Peristiwa satu kali setahun di Padang Arafah adalah saat yang luar biasa. Bagaimana tidak, padang pasir tandus tak berpenghuni jutaan umat manusia setiap tanggal 8 Dzulhijjah.

Suara-suara yang keras saling bersahutan melantunkan kalimat talbiyah. Doa-doa dipanjatkan dengan berbagai bahasa yang beraneka ragam. Kelompok-kelompok haji yang bersahutan menirukan imam mereka dalam bacaan doa-doa.

Ketika menyaksikan semua itu, hendaklah seorang hujjaj membayangkan apa yang akan terjadi padanya di Padang (Mahsyar) pada hari kiamat, ketika umat-umat berkumpul bersama para nabi dan imam.

Peristiwa wukuf di Padang Arafah adalah peristiwa yang mirip dengan berkumpulnya umat manusia di Padang Mahsyar saat terjadinya hari kiamat kelak. Apabila seorang hujjaj telah membayangkan hal itu, hendaklah ia bertadharru’ dan bermunajat (memohon beriba-iba seraya bersikap merendah) semoga kelak ia akan dibangkitkan dalam golongan orang yang dirahmati Allah SWT.

Seorang hujjaj juga harus menguatkan harapan akan terkabulnya segala yang mohonkan. Sebab, itulah peristiwa yang amat mulia, dan berlangsung di tempat yang amat mulia pula.

Jika semua itu telah ia lakukan, maka janganlah sekali-kali berprasangka bahwa Allah SWT akan mengecewakan mereka, atau menyia-nyiakan upaya mereka. Allah tidak akan menahan rahmah yang melimpah ruah kepada mereka semuanya.

Para ulama salaf dalam nasehat mereka mengatakan, di antara dosa-dosa orang yang melakukan haji adalah persangkaan seseorang yang berwukuf di Arafah, bahwa Allah SWT tidak memberinya ampunan dan maghfirah.

Barangkali hal itu berdasarkan asumsi bahwa bersatunya niat dan himmah (niat dan tekad yang tulus), serta berkumpulnya mereka dengan para abdal dan autad yang datang dari segala penjuru dunia, itulah rupanya ‘rahasia haji dan puncak tujuannya”.

sumber : Rahasia Haji dan Umrah oleh Abu Hamid Al-Ghazali
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA