Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Tips Membuka Usaha Bagi Seorang Pelaut

Senin 15 Oct 2012 15:59 WIB

Red: Miftahul Falah

Tips Membuka Usaha Bagi Seorang Pelaut
Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Izinkan saya perkenalkan diri saya terlebih dahulu, nama saya Ardiansyah, pekerjaan sebagai pelaut, dan berusia 31 tahun. Saya ingin sekali mempunyai usaha di darat karena saya sadari tak ingin selamanya bekerja di laut yang jauh dari keluarga. Saya ingin menanyakan, kira-kira usaha apa yang cocok buat saya karena jika saya di laut tidak bisa mengawasi langsung. Terima kasih.

Ardian, Jakarta - 31 Tahun



Jawaban:

Wa'alaikumsalam Wr. Wb.

Mas Ardian yang melakoni pekerjaan sebagai pelaut, tetap semangat ya. Tentu menjadi menarik untuk memahami bahwa bisnis bisa terjadi baik di laut maupun di darat. Bahkan, dengan profesi saat ini sebagai pelaut, maka hal tersebut memungkinkan untuk mendapatkan informasi dan akses ke berbagai lokasi dengan produk unggulan yang spesifik dari setiap daerah.

Berbekal informasi mengenai hal tersebut, maka tentu Mas Ardian dapat membawa produk unggulan dari daerah yang dihampiri tersebut untuk kemudian dijual kembali. Dalam posisi sebaliknya, dapat pula membawa produk dari daerah Mas Ardian untuk dibawa kembali ke daerah persinggahannya. Itu merupakan bentuk sederhana usaha yang dapat dilaksanakan selaras dengan profesinya saat ini.

Bila kemudian usaha yang hendak dilakukan berbeda, maka memang jika bisnis dilakukan masih bersifat personal, akan terdapat kesulitan untuk melakukan pengawasan langsung secara fisik. Dalam hal ini, yang perlu dibentuk adalah sistem kerjanya. Nah untuk mas Ardian, tentukan apa basis usaha yang akan diterjuni, setelah itu baru melangkah ke bentuk implementasi usahanya.

Setelah dapat ditentukan jenis usaha yang akan digeluti, maka kemudian buat format kerjanya. Seperti apakah akan membentuk tim, atau membangun hubungan dengan konsep joint partner untuk kelola operasional, bahkan bisa juga melibatkan keluarga (kakak, adik, istri) sebagai pihak yang dipercaya serta diberikan amanat untuk melakukan pengelolaan usaha.

Berkenaan dengan fungsi pengawasan usaha, dapat dilakukan evaluasi berkala (harian, mingguan dan bulanan) di mana pemasukan dan pengeluaran menjadi indikator penting yang akan dimonitoring. Saat ini fungsi teknologi (email, sms, phone, BBM) menjadi vital, sehingga dimanapun akan mudah melakukan supervisi. Di samping itu, perlu juga dilakukan monitoring atas aktivitas operasional usaha.

Hal ini berkaitan dengan pemantauan atas disiplin tim, agenda semua tim kerja yang terlibat, hingga sampai pada tahap akhir yakni monitoring penyampaian produk/pelayanan jasa kepada pelanggan. Tentu diperlukan person in charge yang akan menjadi pihak terpercaya untuk melakukan daily monitor. Untuk itu, aspek pertimbangan dari Mas Ardian secara personal perlu mendapat perhatian.

Semoga bisa segera memulai aktivitas usahanya ya, Mas. Lihat peluang dari apa yang ada di sekitar kita. Salam Entrepreneur. (EK)


Ery Kasman, SE, MSi  
Direktur Entrepreneur Institute

 
Rubrik konsultasi ini bekerja sama dengan Entrepreneur Institute.


Kirimkan pertanyaan ke: wirausaha@rol.republika.co.id

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA